Showing posts with label Maluku Tengah. Show all posts
Friday, January 15, 2016
Danau Tebing Makariki “Hidden Paradise” di Pulau Seram
![]() |
| Photo By : Fahrul Mahigan |
Belum banyak orang tahu tentang destinasi wisata yang satu ini. Nama nya Danau Tebing Makariki atau Sungai Makariki, terletak di antara Desa Yaputih dan Desa Hatu, Kecamatan Tehoru, Maluku Tengah.
Tempat seindah ini sepertinya hanya untuk kalian petualang yang tangguh, karena untuk mencapai lokasi nya kalian harus menempuh jarak sekitar 3 km dengan berbagai medan yang terjal. Waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan.
![]() |
| Photo By : Fahrul Mahigan |
Warna air nya sebening lautan mengharu biru, tebing - tebing menambah pesona keindahan tempat ini. Jika kalian yang ingin berkunjung ke sini sebaiknya membawa balsem, soal nya suhu di sini mencapai 0,2° celcius.
Rute perjalanan nya yaitu kalau kalian dari Liang - Waipirit ambil jalur ke Selatan lewat Masohi - Tamilouw - Tehoru - Hatu Kalau sampai di Hatu bisa sekalian lihat Air Ninivala dijamin gak bakal manyasal.
Air Ninivala (Air Jodoh ) - Kecamatan Tehoru - Maluku Tengah
![]() |
| Photo : Fahrul Mahigan II |
Danau Ninifala terletak di desa Piliana, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Danau Ninifala, yang terbentuk secara alami ini dipercaya sebagai Air Jodoh menurut masyarakat setempat yang di simbolkan melalui dua buah pohon yang hidup di dalam genangan air terus-menerus di tengah-tengah danau.
Danau Ninifala merupakan salah satu danau nan elok di bawah kaki gunung manusela, airnya yang berwarna kebiruan semakin memberikan sentuhan natural bagi danau ini selain itu danau tersebut juga terdapat semacam penguapan di atas permukaan air sehingga menambah kesan eksotis pada danau tersebut sehingga tak heran jika para wisatawan juga sering menamainya dengan sebutan danau di atas awan.
Untuk mencapai Piliana hanya bisa dilalui dengan jalan darat dan laut. Dari Ambon, ibu kota Maluku, harus menuju ke Masohi, ibu kota Kabupaten Seran Selatan(Tehoru-Telutih) menggunakan kapal cepat sekitar tiga jam. Perjalanan dilanjutkan ke Tehoru dengan mobil selama tiga jam. Lalu dari Tehoru menyeberang ke Desa Yaputih atau Desa Hatuh di Teluk Telutih menggunakan perahu ketinting.
Mencapai Desa Piliana bisa melalui Desa Yaputih melewati jalur setapak dari Desa Yaputih dengan lama perjalanan 3 jam dengan berjalan normal dan sesekali istirahat untuk melepas lelah. Untuk mencapai desa kelian harus menyeberangi sungai yang cukup lebar dan akan meluap airnya bila terjadi hujan besar sehingga akses jalan tidak bisa dilewati. Beruntung apabila tidak sedang menghadapi hujan sehingga aman dan lancar dalam menyeberangi sungai.
Desa Piliana memiliki ketinggian 1.280 meter (dpl) yang diidentikan sebagai “Desa di Atas Awan”. Pesona alamnya sangat menarik. Letaknya yang cukup tinggi menyebabkan hampir setiap hari kawasan ini disapu awan-awan tebal. Mungkin karena letaknya, Piliana juga disebut sebagai Pilianika yang dalam bahasa setempat berarti 'terang'.
Setelah sampai di desa Piliana maka anda harus minta izin terlebih dahulu pada tokoh masyarakat setempat apabila anda ingin mengunjugi air ninivala, utuk menujuh Danau Ninivala dapat ditempuh dengan berjalan kaki kurang dari setengah jam dari pemukiman desa Piliana.
Untuk mencapai lokasi ini, kita melewati jalur setapak yang diapit semak-semak dan beberapa sungai yang arusnya cukup deras. Saat tiba di lokasi, terlihat pemandangan yang sangat menakjubkan. Jalur yang dikelilingi semak ternyata dapat mengantarkan ke danau kecil yang memiliki keindahan yang sangat luar biasa. Air danau terlihat sangat jernih dan masih alami, terlihat tidak ada sampah di sekitar danau. Di pinggir atas danau telah dibangun beberapa walang-walang atau Saung yang dapat digunakan untuk beristrahat dan menikmati pemandangan indahnya Danau Ninivala. Saung tersebut dibuat oleh warga Piliana secara mandiri.
Telaga/Danau yang terletak di Desa Piliana Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah ini, belum banyak di ekspos oleh masyarakat di luar Kecamatan Tehoru. Tentunya sentuhan perhatian dari pemerintah baik pusat maupun daerah di harapkan mampu menjadikan wilayah Telaga Ninifala sebagai objek pariwisata baru di Maluku Tengah.
Sunday, February 22, 2015
Mesjid Wapauwe - Desa Kaitetu
![]() |
| source:google.com |
Mesjid Wapauwe di bangun dengan bentuk yang sangat sederhana, alih - alih dari kayu atau semen, konstruksi bangunan mesjid ini dibangun dari pelepah sagu kering ( gaba-gaba, dalam bahasa Maluku). Bangunan induknya hanya berukuran 10x10 meter, dan bangunan tambahannya berupa serambi yang berukuran 6,35x4,75 meter. Uniknya lagi, konstruksi dari bangunan induk dirancang tanpa menggunkan paku atau pasak.
Mesjid ini sempat mengalami beberapa kali pemindahan yang pada awalnya berada di Desa Wawane yang terletak di Lerang Gunung Wawane, berpindah ke Desa Tehala yang kemudian berpindah lagi ke Desa Kaitetu. Bahkan menurut warga setempat mesjid ini berpindah dengan sendirinya.
![]() |
| source:google.com |
Mesjid Wapauwe terletak di wilayah yang selama ini dikenal sebagai tempat peninggalan-peninggalan sejarah yang bernilai sangat penting. Untuk berkunjung ke mesjid ini Anda bisa menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi. Jaraknya sekitar 22 kilo meter dari pusat Kota Ambon.#AyoKeMaluku
referensi
http://melayuonline.com/
http://travel.detik.com/
Wednesday, October 08, 2014
Gereja Tua Imanuel - Desa Hila
Gereja Tua Imanuel merupakan salah satu dari sekian banyak bukti peniggalan sejarah yang berada di Maluku. Gereja ini terletak di Desa Hila, Kecamatan Salahutu Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, yang berjarak sekitar 42km dari pusat kota Ambon. Gereja ini dibangun pada tahun 1659 dan merupakan bangunan gereja tertua di Provinsi Maluku.
Bangunan bersejarah ini terlihat sangat sederhana, dindingnya terbuat dari kayu yang di cat putih dengan atap rumbia dan sebuah tiang lonceng yang menghiasi halamannya. Desain dalam gedungnya pun sangat sederhana dengan sebuah mimbar yang menghadap 2 barisan kursi yang berjajar ke belakang dan sebuah ruangan kecil bagi pendeta. Gereja ini sempat mengalami kerusakan akibat perang saudara yang terjadi di Provinsi Maluku pada tahun 1999. Dan setelah angin perdamaian mulai tertiup di Maluku, gereja ini kembali dibangun dengan arsitektur dan bentuk yang sama.
Untuk mengunjungi gereja ini Anda tidak dipungut biaya sepeserpun, namun Anda wajib mengisi buku tamu dan sebuah kotak persembahan sebagai bentuk soladaritas untuk membantu perawatan gereja ini. #AyoKeMaluku
referensi :
noerz-muakrim.blogspot.com
achendresthy-03-virgo.blogspot.com
travellermeds.blogspot.com
Thursday, August 07, 2014
Benteng Belgica - Wisata Sejarah Banda Naira
![]() |
| source: https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3 |
Jika dilihat dari luar, benteng yang dibangun pada tahun 1611 ini tampak seperti bangunan Pentagon di Washington DC, Amerika Serikat. Bahkan benteng ini diberi julukan sebagai The Pentagon Indonesia. Benteng ini juga merupakan bekas markas alun-alun VOC, maka desain arsitektur bangunannya berbentuk pentagonal. Yang menarik dari benteng ini, jika dilihat dari satu sisi akan terlihat hanya empat sisi, namun sebenarnya memiliki lima sisi seperti bintang persegi.
![]() |
| source: flickr.com |
Selain itu ciri khas lain dari benteng ini adalah terdapat beberapa benteng yang berada dalam gedungnya, seperti Benteng Bastion yang celah di dindingnya digunakan sebagai tempat meletakan meriam. Di benteng ini Anda tidak hanya melihat dinding-dinding raksasanya saja, namun Anda juga dapat melihat meriam VOC yang dipakai untuk melawan pemberontak, yaitu warga lokal maupun Kesultanan Maluku Utara pada saat itu.
Di tengah-tengah benteng ini terdapat sebuah ruang terbuka yang sangat luas untuk para tahanan. Di tengah ruang terbuka tersebut terdapat dua buah sumur rahasia yang berbentuk persegi, yang konon menghubungkan benteng dengan pelabuhan dan Benteng Nessau yang terletak di tepi pantai.
![]() |
| source: flickr.com |
Untuk menuju ke Benteng Belgica, dari Ambon menuju Pulau Banda menggunakan pesawat carteran atau Merpati Airlines yang beroperasi seminggu atau dua minggu sekali. Alternatif lain yaitu dengan menggunakan kapal laut KM.Tidar dari pelabuhan Yos Sudarso Ambon menuju ke Banda Naira, sekitar 7 jam perjalanan. Sesampainya di Banda Naira, Anda dapat menyewa angkutan umum seperti angkot, becak maupun ojek untuk mengantar Anda ke Benteng Belgica.#AyoKeMaluku
referensi
Wednesday, August 06, 2014
Benteng Amsterdam - Bukti Peninggalan VOC
![]() |
| source: https://www.flickr.com/photos/p3nnylan3 |
Benteng ini menjadi saksi sejarah pertempuran antara pahlawan Indonesia melawan VOC. Benteng ini juga merupakan tempat berlindung VOC yang pada saat itu berada di Ambon. Benteng ini terletak ditepi pantai yang sangat tenang dan indah. Atapnya yang berwarna merah mencolok menjadi daya tarik tersendiri karena sangat kontras dan berlawanan dengan warna biru air laut yang ada disekitarnya. Hal inilah yang membuat benteng Amsterdam menjadi daya tarik bagi masyarakat.Pada saat hari libur maupun hari biasa benteng ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara untuk sekedar melihat jejak peninggalan sejarah. Untuk menuju ke Benteng Amsterdam Anda bisa menggunakan angkutan umum, maupun kendaraan pribadi sekitar 1 jam perjalan.#AyoKeMaluku
referensi
rekomendasiwisata.com
wisatamelayu.com
Sunday, August 03, 2014
Taman Laut Manuala - Surga Diving Di Maluku
![]() |
| source: rekomendasiwisata.com |
Menurut para penyelam yang pernah kesini, mereka mengatakan bahwa taman laut ini terbaik setelah Bunaken. Taman laut ini bisa Anda nikmati di tiga pulau yaitu, Manuala Beach, Pulau Banda dan Pulau Tiga. Keindahan bawah lautnya tidak kalah indah dengan taman laut lainnya di Indonesia Timur. Di taman laut ini Anda akan menemukan keindahan bawah laut yang beragam mulai dari terumbu karang yang eksotik, aneka satwa yang hidup selaras bahkan berdampingan secara alami.
![]() |
| source: rekomendasiwisata.com |
Dan jika Anda mengunjungi Taman Laut Manuala tolong dijaga ya jangan dirusakin, karena taman laut ini merupakan aset pariwisata di Maluku bahkan di Indonesia.#AyoKeMaluku
referensi
travelmatekamu.com
travelmatekamu.com
rekomendasiwisata.com
Friday, July 25, 2014
Kolam Waisalaka - Habitatnya Morea (Belut) Raksasa Di Waai
![]() |
| source: flicker/eliku |
Morea (red belut) ini hidup dan bersembunyi di goa-goa yang berada disekitar kolam, dan akan keluar jika dipanggil oleh sang pawang. Ukuran hewan ini tak tanggung-tanggung ada yang berukuran 1 sampai 2 meter, bahkan ada yang sebesar batang paha orang dewasa. Menurut mitos yang beredar bahwa jika Anda memegang Morea (red belut) ini Anda akan mudah bertemu jodoh atau cepat nemuin jodoh.
Namun sampai saat ini belum ada yang tahu pasti kapan dan dari mana asal usul hewan ini sampai bisa berada di kolam Waai ini. Tetapi menurut cerita warga setempat bahwa ratusan tahun lalu tombak sakti yang dilemparkan dari gunung Salahutu menancap di lokasi ini, yang ketika dicabut keluar mata air dan sejak itulah hewan ini berada di kolam tersebut.
Untuk menuju tempat ini Anda harus menuju ke Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah yang berjarak sekitar 30 menit dari pusat kota Ambon. #AyoKeMaluku
referensi
mondeck.net
travelingsuport.blogspot.com
Thursday, July 10, 2014
Pulau Ay - Surga Bawah Laut di Kepulauan Banda
![]() |
| source: google.com |
Pada jaman Belanda, pulau ini digunakan sebagai tempat pembuangan musuh baik mereka yang melawan Belanda secara langsung maupun para pemberontak. Rata-rata musuh maupun pemberontak yang dibuang di pulau ini dijadikan budak diperkebunan pala. Yang unik dari pulau ini adalah tidak ada sumber air disini, namun perkebunan pala tumbuh subur sejak berabad lalu hingga sekarang. Anda juga dapat mengunjungi sebuah pohon pala yang sudah berumur sekitar 200-an tahun.
![]() |
| source: alanmn.wordpress.com |
Pulau Ay juga merupakan salah satu surga snorkeling di Kepulauan Banda. Jadi bagi Anda, yang suka snorkeling, jangan sampai tidak mengunjungi pulau ini. Di pulau ini terdapat dua spot dive yaitu Ay Reef dan Shark Point. Kedua spot ini memiliki air yang sangat jernih, terumbu karang yang masih alami, berbagai macam jenis ikan dan bahkan Anda dapat menjumpai hiu di spot Shark Point.
Jadi kalau Anda berkunjung ke Kepulauan Banda, jangan lupa berkunjung ke Pulau Ay. #AyoKeMaluku
referensi
othervisions.wordpress.com
alanmn.wordpress.com
Pulau Geser - Pulau Terapung di Seram Timur
![]() |
| source: google.com |
Pulau Geser didiami oleh dua suku dan budaya, yaitu suku Siritaun dan suku Erisiun. Kedua suku ini telah mendiami pulau ini selama tujuh abad, dan mereka hidup berdampingan. Walaupun begitu kedua suku ini memiliki wilayah kekuasaan sendiri-sendiri. Suku Siritaun menguasai lautan sedangkan suku Erisiun memiliki kekuasaan di darat. Kedau suku ini juga memakai satu bahasa yang sama yakni bahasa pakunu. Kedua suku ini dapat dibedakan dari lambang kekuasaan dan baju adat mereka.
![]() |
| source: google.com |
Untuk menuju pulau Geser hanya bisa melalui jalur darat, karena belum terdapat bandara disini. Kalo masalah tempat tinggal Anda tidak perlu khawatir karena sudah terdapat penginapan dengan harga yang terjangkau. Namun terkadang ada juga warga yang mengajak para wisatawan untuk menginap dirumah mereka dengan gratis. Hanya saja terkadang para wisatawan sering ikut belanja bahan makanan sebagai ungkapan terimakasih. Dan itulah kebiaasan unik warga Pulau Geser. #AyoKeMaluku
referensi
mondeck.net
Monday, July 07, 2014
Pulau Molana - Surga Kecil Di Maluku
![]() |
| source: google.com |
Bagi Anda para pecinta diving yang baronda ke Maluku, kami sarankan untuk mengunjungi pulau ini. Selain wisata bawah lautnya, Pulau ini juga mempunyai hamparan pasir putih yang halus, bahkan menurut warga setempat kehalusan pasir di pulau ini sehalus tepung. Keindahan alam di pulau ini masih sangatlah alami, pasirnya yang putih, langit yang biru serta air lautnya yang begitu jernih membuat Anda akan betah di pulau ini.
Ada keunikan tersendiri dari pasir di pulau ini, yaitu pada saat pergantian musim ombak, hamparan pasir di pulau ini akan berpindah dari satu sisi ke sisi lain pulau. Pada saat musim barat pasir akan berpindah ke sisi timur pulau ini, begitu pun sebaliknya jika pada musim timur.
![]() |
| source: google.com |
Untuk menuju pulau ini, Anda dapat menggunakan speedboat dari Kota Ambon menuju langsung ke Pulau Molana, atau dari Ambon menggunakan kapal cepat menuju ke Saparua, selanjutnya dengan menumpang speedboat menuju ke Pulau Molana. Di pulau ini juga sudah dibangun dua buah cottage dan sebuah restoran, jadi Anda tidak perlu khawatir soal makan dan tempat tinggal. #AyoKeMaluku
referensi
indonesiatimur.com
jurnalmaritim.com
mondeck.net
Saturday, July 05, 2014
Pulau Banda - Mutiara Dari Timur
![]() |
| source: google.com |
Dua buah pulau besar yaitu Banda Besar dan Naira, yang ditumbuhi banyak sekali pohon pala. Pulau ketiga yaitu Gunung Api atau puncak api, merupakan gunung api yang aktif. Di sekitar perairan pulau ini Anda akan menemukan beberapa taman laut yang paling indah di Indonesia. Kemanapun Anda berkeliling di pulau ini, Anda akan menemukan pemandangan tropis yang menakjubkan, sejarah yang luar biasa, penduduk yang ramah, dan berbagai macam terumbu karang yang masih alami.
![]() |
| source: google.com |
Pulau Banda merupakan daerah terpencil namun sangat indah dan merupakan salah satu tujuan wisata di Maluku yang paling populer bagi para penyelam. Pada saat ini pulau Banda telah menarik perhatian para penyelam, pelaut dan kapal pesiar dari seluruh dunia untuk datang menyaksikan keindahan alamnya. Baik dilaut, maupun di atas laut, keindahan di pulau ini dapat disejajarkan dengan keindahan Raja Ampat di Papua.
Menyelam merupakan daya tarik utama di pulau ini, dikelilingi oleh air yang sebening kristal dan kehidupan laut yang eksotis, kepulaun Banda merupakan tempat yang cocok untuk Anda pecinta wisata bahari. Di perairanya Anda akan menemukan berbagai macam jenis ikan yang berwarna-warni serta biota laut yang unik yang akan membuat Anda terkagum-kagum.
![]() |
| source : google.com |
Banda Naira merupakan kota sepi yang menawan dengan pohon yang berjajar ditepi jalan. Di pulau ini Anda akan menemukan sisa-sisa reruntuhan dari masa kolonial seperti Benteng Belgica yang dibangun pada abad 17 dan masih banyak lagi. Anda juga dapat mengunjungi desa tradisional dan hutan pala yang berumur empat abad. Selain itu terdapat banyak tempat untuk Anda lihat dan jelajahi di pulau yang seolah terahasiakan ini.
![]() |
| source: google.com |
Untuk menuju pulau ini, dari Ambon menuju pulau Banda menggunakan pesawat carteran atau Merpati Airlines yang terbang ke Banda Naira. Penerbangan beroperasi seminggu sekali atau dua minggu sekali. Alternatif lain melewati jalur laut dengan menggunakan kapal PELNI, KM.Tidar dari pelabuhan Ambon ke pelabuhan Banda Naira.
Untuk masalah tempat tinggal Anda tidak perlu khawatir, di pulau ini sudah terdapat berbagai macam hotel dengan harga yang terjangkau. Berikut adalah daftar hotel yang berada di pulau Banda
- Hotel Maulana merupakan hotel termewah di pulau ini, Putri Diana, Mick Jagger, Jacques Coesteau pernah pernah menginap dihotel ini dikamar nomor 40. Tersedia kamar mandi es-suite yang menghadap pabrik mutiara. tlp +62-911-21024
- Mutiara Guesthouse memiliki kamar ber-AC dengan halaman yang luas. tlp +62 813 303 433 77
- Wisma Westhouse tlp +62 819 450 901 10.
referensi
indonesia.travel
Wednesday, July 02, 2014
Pulau Pombo - Surga Tak Berpenghuni Yang Eksotis
![]() |
| source: facebook/maluku-satu-darah |
Pulau ini dikenal juga sebagai Pulau Merpati, karena menurut warga setempat kata 'pombo' barasal dari bahasa Portugis yang berarti 'Merpati'. Luas pulau ini sekitar 2 hingga 3 hektar. Anda dapat berjalan menglilingi pulau ini dengan berjalan kaki selama 1 jam dengan merasakan sensasi angin laut yang menerpa rambut Anda.
Apabila Anda seorang yang berjiwa petualang maka Anda dapat mencoba untuk berkemping di pulau ini untuk menikmati kesejatian hidup di alam bak terasing di pulau yang indah ini. Bagi Anda yang pecinta wisata bahari, pulau ini sangtlah cocok untuk Anda. Pulau ini menawarkan keindahan bawah laut yang tak kalah indah dengan pulau lainnya di Provinsi Maluku. Anda dapat menyaksikan keindahan biota laut yang beragam serta berbagai macam jenis ikan. Anda juga akan menemukan berbagai jenis batu karang dengan bentuk yang unik serta rumput laut yang bergoyang-goyang kesana kemari mengikuti arus laut.
![]() |
| source: google.com |
Apabila Anda ingin berkemping di pulau ini sebaiknya Anda membawa semua perlengkapan mulai dari pakaian, perlatan snorkeling, peralatan menyelam, makanan dan minuman, hingga obat-obatan. Di pulau ini tidak terdapat homestay atau tempat tinggal, karena pulau ini tidak berpenghuni alias kosong. #AyoKeMaluku
referensi
indonesia.travel
Monday, June 23, 2014
Pulau Osi - Keindahan Alam yang Tersembunyi di Pulau Seram
![]() |
| source: nationalgeographic.co.id |
Pulau Osi merupakan salah satu destinasi wisata alam yang berada di pulau Seram, tempatnya di Seram bagian Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Keindahan alam di pulau ini begitu indah dan menawan, membuat wisatawan menjadikan pulau ini sebagai tempat wisata favoit mereka. Pulau ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan pada saat waktu liburan.
Pulau Osi terdiri dari beberapa pulau yang luasnya cuman beberapa hektar dan tidak berpenghuni serta alamnya yang masih asri. Keindahan dari pulau ini tidak bisa diragukan lagi. Pulau ini dikelilingi oleh laut yang penuh dengan karang serta berbagai macam jenis ikan. Masyarakat di kawasan ini juga sangat ramah, jadi Anda akan merasa nyaman saat mengunjungi pulau ini.
Pemandangan pantai pulau ini juga sangat indah, air lautnya yang begitu jernih sehingga Anda bisa melihat ikan yang beragam jenis dan bintang laut yang menghiasi dasar lautnya dengan mata telanjang.
![]() |
| source: advimalayan.com |
referensi
nuswantaranews.blogspot.com
advhimalayan.com
Saturday, June 21, 2014
Pantai Namalatu - Satu lagi Pantai Eksotis di Ambon Manise
![]() |
| source: google.co.id |
Ambon begitu banyak menyimpan keindahan tersembunyi yang sayang jika Anda lewatkan. Hal ini terlihat dari keberadaan Provinsi Maluku yang terdiri dari banyak pulau dengan keindahan laut dan daratnya. Setelah pantai Liang dan Pantai Natsepa yang sudah cukup terkenal, pantai Namalatu juga merupakan salah satu wisata bahari yang wajib Anda kunjungi.
Pantai Namalatu terletak di desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Pantai ini berjarak 15 km dari pusat kota Ambon. Di pantai ini terdapat batu karang yang berwarna kecoklatan dan ditemani oleh pohon kelapa yang berjejer di pinggir pantai yang melambai jika tertiup angin laut.
Di sini Anda bisa memancing, berenang, snorkeling maupun diving. Pantai ini juga menyajikan surga bawah laut yang bagitu indah. Di pantai ini juga terdapat terumbu karang dan berbagai macam jenis ikan dengan corak yang beragam dan berbagai jenis biota lautnya. Airnya yang begitu jernih, sangat cocok untuk Anda yang ingin memotret keindahan terumbu karangnya.
![]() |
| source: google.co.id |
Bagi Anda ingin menginap, di pantai ini juga sudah disediakan home stay yang bisa Anda sewa dengan harga yang terjangkau. Jadi Anda tidak perlu khawatir soal tempat tinggal.
Untuk menuju pantai ini, Anda bisa menumpang angkutan umum yang beroperasi hingga jam 17:00 dengan tarif harga Rp.5.000;- untuk sekali jalan. Akomodasi lain Anda bisa juga menggunakan jasa angkutan ojek untuk ke pantai Namalatu dengan tarif harga yang lumayan mahal yaitu Rp.80.000;- untuk sekali jalan.
Bagi Anda yang butuh jasa pemandu, kami rekomendasikan kawan kami Rudi Fofid, Anda dapat menghubunginya lewat email: rudifofid@gmail.com #AyoKeMaluku
referensi
mondeck.net
google.com
referensi
mondeck.net
google.com
Wednesday, June 18, 2014
Indahnya Pantai Natsepa - Sambil Menikmati Rujaknya yang Legendaris
![]() |
| source: yukpegi.com |
Pantai ini merupakan salah satu primadona pantai yang berada di Maluku. Pantai ini menawarkan panorama pantai yang indah, laut biru yang tenang, dan pasir putih yang membentang membuatnya semakin mempesona.
Untuk menuju pantai Natsepa sangatlah mudah, cukup menggunakan kendaraan umum atau kendaraan pribadi dari kota Ambon menuju ke desa Suli. Dengan jarak tempuh sekitar 30 menit dari kota Ambon, membuatnya menjadi lokasi favorit penduduk kota Ambon.
![]() |
| source: wego.co.id |
Bahkan cara pengulekan bumbu dari rujak ini dihaluskan hanya dengan enam kali ulekan saja. Bumbu rujak ini memang sengaja dibuat tidak terlalu halus, karena sensasi kacangnya menjadi nilai plus dalam menyantap rujak ini. Buah-buahan segar seperti kedondong, jambu, nanas, pepaya matang, menjadi pelengkap rujak ini. Harganya cukup murah yaitu Rp.8.000;-/porsi.
![]() |
| source: yukpegi.com |
Pada sore hari, ketika air laut mulai pasang, Anda bisa menyewa perahu menyusuri sepanjang pantai untuk melihat para pekerja mengangkut tripleks menuju pabrik tripleks Batu Gong, yang letaknya persis di seberang pantai Natsepa. Harga untuk menyewa perahu tidak terlalu mahal yaitu Rp.20.000:-. Perahu ini bermuatan 15-20 orang, Anda juga bisa menyewa seorang pendayung yang cukup di bayar dengan sebungkus rokok atau uang seadaanya saja.
Di pantai Natsepa, Anda bisa bermain dengan ombak yang tidak terlalu besar, atau berjalan-jalan di tepi pantai sambli menunggu matahari terbenam. #AyoKeMaluku
referensi
wego.co.id
google.com
Menikmati eksotisnya - Pantai Liang di Ambon
![]() |
| source: google.com |
Pantai dengan sejuta pesona yang eksotis ini membuat berbagai wisatawan asing menjadikan wisata alam ini sebagai tujuan wisata mereka. Para turis asing tersebut kebanyakan datang dari benua Eropa, selain dari benua Eropa ada juga para turis yang datang dari Kanada dan Australia.
Lokasi pantai ini berada sekitar 40 km dari Bandar Udara Internasional Pattimura. Memasuki kawasan pantai ini Anda akan ditawarkan oleh kemilau pasir putih yang memanjang sepanjang 1 km yang akan mengkilau jika terkena sinar matahari. Dipinggiran pantai terdapat pohon-pohon yang rindang, yang bisa Anda manfaatkan untuk berteduh sejenak sambil menikmati rujak khas Maluku. Dermaga adalah tempat yang cocok untuk menikmati terumbu karangnya. Jika Anda ingin lebih puas lagi, Diving adalah keputusan yang tepat untuk Anda. Memang fasilitas olahraga air di pantai ini tidak tersedia seperti di Bali atau Lombok. Namun, kecantikan alami di pantai ini tidak kalah dari pantai-pantai lainnya.
![]() |
| source:google.co.id |
Tidak ada penginapan layak huni di areal wisata pantai ini. Namun, jika Anda bersikeras untuk menginap di pantai Liang, cukup sediakan tenda dan meminta ijin kepada penjaga setempat. Atau, Anda juga bisa mencoba untuk menyewa kamar penduduk disekitar pantai Liang. #AyoKeMaluku
referensi
nuswantaranews.blogspot.com
google.com
Sunday, June 15, 2014
Danau Rana - Objek Wisata di Pulau Buru
![]() |
| sumber foto: mondeck.net |
Danau ini oleh penduduk setempat dianggap sebagai danau suci. Air yang tenang dan jernih serta dipenuhi dengan teratai diatasnya melengkapi ketenangan danau ini. Anda dapat menikmati pemandangan sekitar Danau Rana dengan menggunakan perahu yang disewakan oleh penduduk sekitar. Harga yang dipatok oleh warga setempat untuk menyewa perahu sekitar Rp.100.000,- itu sudah termasuk dengan seorang pemandu, yang akan mengantar Anda mengelilingi Danau Rana.
Untuk menuju Danau Rana terdapat dua jalur, pertama melalui jalur darat dengan menggunakan mobil menuju desa Wamlana Kecamatan Air Buaya, yang bejarak sekitar 80 km dari Kota Namlea. Setelah sampai di desa Wamlana, Anda bisa menumpang mobil perusahaan kayu milik PT. Gema Hutan Lestari untuk menuju danau Rana. Dalam perjalanan sekitar 43 km Anda bisa menikmati pemandangan alam yang indah, beraneka jenis tumbuhan yang berada di hutan lindung, dan menikmati keindahan desa-desa di pesisir barat pulau Buru dari gunung. Anda juga bisa mampir sebentar di Cam Waldea di km 21 sebelum Anda melanjutkan perjalan menuju danau Rana di km 40. Dari sini petualangan Anda akan dimulai dengan berjalan kaki sepanjang 23 km menuju pusat danau Rana. Sepanjang perjalanan Anda akan melewati beberapa desa yang dihuni oleh masyarakat asli pulau Buru dan Anda akan disuguhi dengan tarian "sawat" sebagai ucapan selamat datang bagi tamu yang berkunjung.
Jalur kedua: yaitu jalur laut, dari kota Namlea menggunakan speedboat menuju Desa Tifu, Kecamatan Leksula sekitar 5 jam perjalanan. Setelah sampai di Desa Tifu, Anda bisa menggunakan truk menuju Desa Waelo yang berjarak sekitar 40 km. Dari sini Anda akan memulai petualangan Anda dengan menuju pusat danau Rana sekitar 6 jam dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan Anda akan melewati perkampungan asli pulau Buru.
Selain berkeliling danau, Anda pun dapat mengunjungi perkampungan warga sekitar danau di Dusun Wamamboli, Kaktuan, Erdafa, Waimite, Wagrahi, dan Waireman.#AyoKeMaluku
referensi
burukab.co.id
google.com
Wednesday, June 11, 2014
Pantai Jikumerasa - Primadonya Pulau Buru
![]() |
| sumber foto: beritadaerah.com |
Pantai ini selalu penuh di hari libur, jikalau Anda menginginkan ketenangan maka datanglah pada hari kerja disitu seolah-olah pantai pribadi. Untuk masuk ke pantai ini tidak perlu bayar alias gratis. Di karenakan pantai ini masih dikelola sacara swadaya oleh masyarakat setempat.
Di pantai ini Anda bisa melihat pasir putih yang terbentang serta ombak tenang dengan langit biru yang tenang, membuat hati riang saat menikmatinya apa lagi kalau ditemani dengan rujak khas Maluku. Permukaan laut yang begitu jernih, membuat para pengunjung tidak hanya duduk di bibir pantai dan berfoto-foto.
![]() |
| source. google.com |
Jika Anda berkunjung ke pantai ini jangan pernah melewatkan saat-saat dimana matahari mulai tenggelam dibalik bukit yang mengitari pesisir pantai. Pemandangan ini seolah-olah menjadi magnet yang membuat Anda selalu teringat akan Jikumerasa. Pantai ini merupakan salah satu surga di Maluku, bagi Anda para pecinta wisata bahari.#AyoKeMaluku
referensi
deritadaerah.com
burukab.co.id
Monday, February 03, 2014
Kota Masohi - Keindahan yang Tersembunyi di Maluku Tengah
![]() |
| source: google.co.id |
Masohi merupakan ibu kota dari Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Kota ini dibangun pada tahun 1957 yang diresmikan lewat peletakan batu pertama oleh presiden pertama RI Ir.Soekarno.
Banyak orang berpendapat bahwa kota ini merupakan kota mati, karena suasana di kota ini cukup sepi. Tidak ada kemacetan atau antrian kendaraan seperti di kota Ambon. Padahal sebenarnya kota ini adalah kota yang penduduknya cukup banyak. Masohi kehilangan banyak warganya setelah konflik kemanusiaan yang terjadi beberapa tahun silam memaksa begitu banyak penduduknya berpindah tempat ke daerah-daerah disekitar Maluku. Namun setelah berbenah diri, kota ini banyak dihuni oleh pendatang, mulai dari suku Bugis, suku Jawa dan suku Buton.
Di karenakan Kota ini begitu alami, banyak sekali pohon disekitar sudut kotanya, dan banyak hal menarik yang Anda bisa nikmati disini. Dari segi pariwisata, Masohi tidak kalah menarik dengan kota-kota lainya di Provinsi Maluku. Ada beberapa pantai yang sangat menarik dengan pemandangan alam yang begitu indah. Pantai Kuako, merupakan salah satu dari sekain banyak pantai yang bisa Anda kunjungi di kota ini. Pantai ini menyajikan pemandangan alam yang cukup eksotis, hampir setiap pekan pantai ini ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun interlokal.
![]() |
| source: google.co.id |
Ada juga Bukit Kirai, dari bukit ini Anda dapat melihat seluruh penjuru kota Masohi, apalagi pada malam harinya. Pada saat senja pemandangan dari bukit ini sangatlah indah. Tidak jauh dari Bukit Kirai, Anda dapat melihat pahatan di tebing karang yang bertuliskan MASOHI sebagai ikon kota.
Ada satu tempat favorit lagi bagi anak-anak muda Masohi selain Bukit Kirai. Tempat itu yang oleh penduduk setempat menyebutnya dengan Pengeringan, lokasinya disebelah barat kota tepat di pesisir pantai kota Masohi. Tempat ini biasanya ramai pada sore hari, berbagai aktivitas dilakukan di tempat ini mulai dari bermain bola, memancing, berenang, hingga duduk-duduk saja sambil menuggu matahari terbenam (sunset).
Jika Anda suka dengan dunia bawah laut, Masohi merupakan destinasi tempat wisata yang patut Anda kunjungi. Mulai dari biota lautnya yang beragam, kondisi terumbu karangnya yang masih terawat hingga kualitas air lautnya yang masih alami. Walaupun memiliki begitu banyak keindahan, belum banyak orang yang mengetahui tempat ini.
Trasportasi
Dari Jakarta langsung saja menuju Bandara Pattimura Ambon, setelah sampai disana Anda dapat melanjutkan perjalanan ke Tulehu, untuk menyebrang ke Amahai menggunakan kapal cepat. Masalah tempat tinggal tidak terlalu sulit, karena di Masohi sudah ada banyak hotel dan penginapan yang tersedia dan mudah sekali untuk ditemui. #AyoKeMaluku
referensi
google.com
wikipedia.com
mondeck.net
referensi
google.com
wikipedia.com
mondeck.net
Subscribe to:
Comments
(
Atom
)










































