Showing posts with label Aktivitas. Show all posts
Saturday, June 21, 2014
Diving & Snorkeling
![]() |
| sumber https://www.flickr.com/photos/rialubis |
Berikut adalah beberapa spot menyelam yang ada di Maluku
- Pulau Ai - Pulau Banda - Maluku Tengah
- Pulau Hatta - Pulau Banda - Maluku Tengah
- Pulau Keraka - Pulau Banda - Maluku Tengah
- Batu Balanda - Pulau Banda - Maluku Tengah
- Sonegat - Pulau Banda - Maluku Tengah
- Pulau Lontar - Pulau Banda - Maluku Tengah
- Teluk Jailolo- Halmahera Barat - Maluku Utara
- Pulau Rorangane - Halmahera Utara - Maluku Utara
- Taman Laut Tobotobo - Halmahera Utara - Maluku Utara
- Pulau Tagalaya - Tobelo - Maluku Utara
- Pulau Morotai - Halmahera Utara - Maluku Utara
- Pantai Ora - Desa Sawai - Maluku Tengah
- Pulau Pombo - Salahutu - Maluku Tengah
- Pulau Gunung Api Banda - Banda Naira - Maluku Tengah
- Pulau Tiga - Ambon - Maluku
- Pantai Ngurtafur - Kei Kecil - Maluku Tenggara
- Pantai Ngrubloat - Kei Kecil - Maluku Tenggara
referensi
google.com
wikipedia.com
Thursday, January 30, 2014
Desa Tradisional
![]() |
| source: google.co.id |
Sebagai salah satu provinsi yang memiliki banyak kelompok etnik, keanekaragaman Maluku layak untuk dijelajahi. Temukan kebudayaan unik dan saksikan kehidupan tradisonal di Maluku dengan mengunjungi salah satu desa tradisonal dimana penduduknya masih mempertahankan kebudayaan asli, layaknya nenek moyang mereka. Tersebar ke seluruh Maluku, desa tradisional menawarkan kesempatan untuk merasakan hal yang unik khas Maluku, tempat dimana kepercayaan kuno dan ritual masih mendominasi kehidupan sahari-hari. Komunitas tradisional dan kelompok budaya yang tinggal di desa tradisional ini masih melakukan ritual, adat istiadat, menghasilkan kesenian dan kerajinan tangan yang eksotik serta masih menggunakan pakaian tradisional. Daya tarik utama desa-desa ini adalah kesempatan untuk melihat dan merasakan perbedaan budaya yang masih asli, bebas dari pengaruh moderenisasi. Mengunjungi desa tradisional merupakan pengalaman yang tak terlupakan dan menawarkan kesempatan langka untuk memeluk suasana pedesaan yang masih belum terjamah.
Berikut adalah beberapa desa tradisional yang layak Anda kunjungi :
Maluku Tenggara
- Desa Budaya Banda Ely - Kei Besar
- Desa Budaya Tanimbar Kei - Kei Kecil Barat
Maluku Tengah
- Desa Budaya Suku Bonaran
- Desa Budaya Sawai
- Desa Budaya Amahai
- Desa Durjela
- Desa Wangel
- Desa Ujir
- Desa Wokam
- Desa Budaya Tumbur
- Desa Budaya Sangliat Dol
- Desa Budaya Pulau Moa
- Desa Budaya Pulau Kisar
- Desa Budaya Pulau Wolas
- Desa Budaya Pulau Molo
- Desa Budaya Pulau Halmahera
- Desa Budaya Pulau Ternate
- Desa Budaya Pulau Tidore
- Desa Budaya Palau Jailolo
- Desa Budaya Pulau Morotai #AyoKeMaluku
referensi
wikipedia.com
google.com
Tuesday, January 28, 2014
Kuliner
![]() |
| source: google.co.id |
Bagi Anda penikmat kuliner lokal, tidak ada salahnya mencoba makanan khas Maluku. Kuliner khas Maluku identik dengan ikan dari lautnya dan sagu dari hasil alamnya. Kekayaan alam Maluku menciptakan khas yang unik dan tidak kalah dalam soal rasa.
Berikut adalah daftar menu makanan khas Maluku yang patut di coba jika Anda berkunjung ke Maluku :
- Papeda
Papeda terbuat dari tepung sagu dengan bahan utama serat sagu. Biasanya papeda disantap dengan kuah kuning. - Ikan Kuah Pala Banda
Makanan ini hanya ditemui di Banda Naira. Pulau Banda terkenal akan rempahnya, bisa di pastikan kuliner ini sangat nikmat. - Asida
Asida terbuat dari tepung terigu, gula merah, mentega dan bubuk kayu manis yang di campur dengan sedikit kapulaga. Asida biasanya disajikan pada acara tertentu saja. - Ikan Asar
Kuliner ini berbahan dasar ikan segar biasanya ikan tongkol atau tuna. Kuliner ikan asar sangat cocok di makan dengan nasi dan sambal colo-colo. - Gohu Ikan
Makanan khas ini terbuat dari ikan tuna merah. Tidak heran banyak orang menyebutnya dengan sashime Ternate. - Kopi Sibu-Sibu
Kopi sibu-sibu berasal dari jenis kopi Robusta yang dihaluskan dengan cara tradisional. Kopi ini terasa semakin mantap karena dicampur dengan bubuk cengkeh halus dan ditaburi biji ketapang muda. - Gatang Kenari
Gatang Kenari, atau biasa orang menyebutnya ketam kenari = kepiting kenari, kepiting kenari adalah satwa darat yang pintar memetik dan mengupas buah kelapa, serta menjadikannya makanan kegemaran mereka. - Embal
Embal terbuat dari singkong yang diolah sehingga berbentuk lempengan dan bunga. Embal juga mempunyai rasa yang berfariasi yaitu, coklat, keju dan kacang. - Kacang Botol
Kacang ini diolah masih dengan cara tradisional, dan belum disentuh oleh bahan pengawet dan bahan kimia lainya. Kacang botol mempunyai ciri khas yang tersendiri dengan rasa yang beraneka ragam ada rasa manis, rasa asin atau pun rasa bawang. - Halua Kenari
Halua Kenari terbuat dari gula khas, gula merah yang kemudian dicampur dengan buah kenari, membuat jajanan ini banyak digemari karena mempunyai rasa yang manis dengan citarasa yang khas. - Bagea
Bagea terbuat dari tepung tapioka, gula, telur, dan kenari cincang ini memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi. - Kohu-Kohu
Kohu-Kohu terbuat dari ikan teri yang dimasak dengan parutan kelapa dan beberapa bumbu, masaknya pun dengan di bakar di atas bara. - Sambal Colo-Colo
Sambal Colo-Colo merupakan pelengkap kuliner Maluku. Sambal dari tomat muda, bawang merah dan cabe rawit yang di iris tipis ini diberi taburan garam dan disiram jeruk nipis tanpa diulek.#AyoKeMaluku
referensi
wikipedia.com
google.com
Saturday, January 25, 2014
Bangunan Bersejarah
![]() |
| source: google.co.id |
Provinsi Maluku tidak hanya terkenal dengan Cengkeh, Pala, Fuli, Mutiara atau juga wisata alamnya (laut dan pantai) yang terkenal indah dan pastinya menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmatnya. Namun Maluku juga mempunyai tempat bersejarah yang menyimpan cerita tentang gigihnya perjuangan melawan para penjajah.
Berikut adalah daftar bangunan bersejarah yang berada di Maluku :
- Benteng Amsterdam
Benteng Amsterdam terletak di Desa Hila Kecamatan Leihitu, Ambon. Benteng ini dibangun oleh bangsa Portugis dan pada awalnya digunakan sebagai Loji tempat penyimpanan rempah-rempah (cengkeh dan pala). - Benteng Belgica
Benteng Belgica pada awalnya adalah benteng yang dibangun oleh bangsa Portugis pada abad 16 di Pulau Neira. Lama setelah itu, di lokasi benteng Portugis tersebut kemudian di bangun kembali sebuah benteng oleh VOC atas perintah Gubernur Jendral Pieter Both pada tanggal 6 september 1611. - Benteng Oranye
Benteng Oranye terletak di Ternate dibangun oleh Belanda pada tahun 1607 dan juga berfungsi sebagai markas besar VOC hingga tahun 1619 sebelum kantor pusat VOC dipindahkan di Batavia. Benteng ini juga berfungsi sebagai kediaman Gubernur Belanda di Ternate. - Benteng Victoria
Benteng Victoria terletak di Kecamatan Sirimau, Ambon. Benteng ini dibangun oleh Portugis pada tahun 1775, yang selanjutnya diambil alih oleh Belanda. Belanda kemudian menjadikan tempat ini sabagai pusat pemerintahan untuk mengeruk harta kekayaan masyarakat pribumi, berupah rempah-rempah (cengkeh dan pala). - Benteng Duurstede
Benteng Duurstede terletak di Saparua, Maluku Tengah, dibangun oleh Portugis pada tahun 1676. Namun direbut dan dimanfaatkan oleh gubernur Ambon Mr.N.Schaghen pada tahun 1691. - Benteng Tolukko
Benteng Tolukko terletak di Ternate, Maluku Utara, di bangun oleh Portugis pada tahun 1540 dan kemudian diperbaiki oleh Belanda pada tahun 1610 dan terakhir oleh pemerintah Indonesia. - Benteng Kalamata
Benteng Kalamata atau nama lainnya Benteng Kayu Merah terletak di Maluku Utara, dibangun oleh Portugis pada tahun 1540 dan diperbaiki Belanda pada tahun 1609. - Kedaton Sultan Ternate
Kedaton Sultan Ternate adalah istana yang dibangun pada 24 November 1813 oleh Sultan Muhammad Ali diatas bukit Limau Santosa dengan luas areal 445.560 m2. Berbentuk segi delapan dengan dua tangga terutama pada sisi kiri dan kanan depannya. - Masjid Sultan Ternate
Masjid Sultan Ternate letaknya sekitar 100 meter dari Kedaton. Pembangunannya di mulai pada tahun 1606 saat berkuasanya Sultan Saidi Barakati dan kemudian dilanjutkan oleh Sultan Musafar dan dirampungkan oleh Sultan Hamzah pada tahun 1648 dengan komposisi bahan yan terbuat dari susunan batu. - Kedaton Sultan Bacan
Kedaton Sultan Bacan pada awalnya merupakan kediaman Sultan Muksin Syah namun arena kedaton sebelumnya yang dibangun oleh Sultan Sadik Syah pada abad ke 18 telah hancur akibat Perang Dunia ke II maka kediaman yang oleh masyarakat setempat disebut juga Kedaton Bima ini difungsikan sebagai pusat pemerintahan Sultan Bacan. - Masjid Sultan Bacan
Masjid Sultan Bacan dibangun saat Kesultanan Bacan dipegang oleh Sultan Usman Syah akhir abad 18. Dia membangun sekembalinya dari berguru dengan Syeh Soleman Asyamadani, seorang ulama asal Jawa yang dibuang ke Ambon. - Masjid Wapeue
Masjid Wapeue (mangga berabu/mangga hutan) didirakn oleh Perdana Jamillu, orang kaya Alahalulu pada tahun 1414 di Wawane. Pada tahun 1614 dipindah oleh Imam Rijalli ke Tehelala 6 km sbelah timur Wawane pada tahun 1664 turun ke Negeri Atetu lengkap dengan peralatan Ibadahnya. Ciri khas bengunan induknya tanpa menggunakan pake - Benteng Titaley
Benteng Titaley terletak di Pulau Seram, Maluku Tengah #AyoKeMaluku
referensi
wikipedia.com
google.com
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)



