Baronda Maluku | Maluku Baronda

Informasi Wisata Khususnya di Provinsi Maluku dan Maluku Utara

Showing posts with label Maluku Utara. Show all posts

Tuesday, June 16, 2015

Masjid Raya Al Munawwar | Ternate

No comments :
Masjid Al Munawwaroh | Ternate | North Moluccas
(by:ilhamarch)
Masjid Raya Al Munawwar di bangun pada pertengahan tahun 2003, dan baru di resmikan pada 6 Agustus 2010. Masjid ini terletak di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, yang merupakan ikon kota Ternate dan menjadi kebanggan warganya.

Masjid Raya Al Munawar di bangun diatas lahan seluas 6 hektar, dengan luas bangun masjidnya sendiri mencapai 9.512 meter persegi. Masjid Al Munawwar dapat menampung sekitar 15.000 jamaah sekaligus, hal ini dinilai sangat wajar karena mengingat Kota Ternate sebagai Kota Madani, dimana 95% penduduknya beragama Islam.

Masjid Raya Al Munawwar | Ternate | North Moluccas
(by:ilhamarch)
Masjid ini berdiri di bibir pantai Swering Gamalama, dengan mempunyai empat buah tiang menara, dimana dua di antara-nya berada di darat, dan dua menara terendam di laut. Karena hal tersebut Masjid Raya Al Munawwar sering disebut Masjid terapung. Saat Anda masuk ke dalam masjid, Anda akan merasakan sejuknya angin pantai yang berhembus masuk melalui sisi bangunan masjid ini. Suara air laut menambah khusyu-nya orang-orang yang sedang beribadah didalamnya.

Lantai keramik yang menghilap dan bening serta pilar-pilar putih dengan ornamen berwarna emas diujungnya menghisai bagian dalam masjid sehingga menambah keindahanya. Mengitari masjid ini sama artinya Anda menjelajah dengan disuguhi pemandangan indah disekitar Pulau Ternate. Lautnya yang tenang dengan bentang pulau Tidore, Halmahera, Maitara membuat waktu disini berjalan sangat lambat.

Masjid Raya Al Munawwar | Ternate | North Moluccas
(by:ilhamarch)
Di sisi lain dari Masjid Raya Al Munawwar, Anda bisa melihat pemandangan Gunung Gamalama yang begitu hijau. Beribadah di masjid ini seakan membuat Anda merasa ada di perbatasan antara tiga alam : air, laut, dan udara. #AyoKeMaluku #AyoKeTernate


referensi:
id.wikipedia.org
gerbongtiga.wordpress.com
ternateonline.wordpress.com
travellersindo.blogspot.com

Sunday, September 07, 2014

Benteng Orange - Benteng Belanda Pertama di Nusantara

No comments :
source: google.com
Benteng Orange merupakan benteng Belanda pertama di Nusantara yang di bangun pada tahun 1607 di Ternate, Maluku Utara oleh Gubernur Jendral Belanda Matelief De Jonge. Benteng ini merupakan bekas peniggalan benteng tua yang dibangun oleh Melayu yang diberi nama Benteng Malayo. Benteng ini juga pernah menjadi pusat pemerintahan tertinggi Hindia Belanda, yang dipimpin oleh Gubernur Jendral VOC Pieter Both, Laurenz Real, Herarld Reyist dan J.C Coum.

Benteng ini terletak di pusat kota Ternate dengan kondisi fisik yang masih utuh, namun kondisinya kurang terawat sehingga di dalam benteng ini didiami oleh kesatuan POLRI dan Angkatan Darat. Pada tahun 1822 benteng ini juga pernah menjadi tempat pengasingan Sultan Badarudin II dari Palembang. Sehingga pada tahun 1852 Sultan Badarudin II meninggal dan dimakamkan di kecamatan Santiong.

Benteng Orange - Benteng Belanda Pertama di Nusantara
source: google.com
Benteng ini juga terkenal dengan kemampuannya pada jaman itu untuk menghadang musuh baik dari laut maupun darat. Anda akan menemukan 13 meriam sisa peninggalan penjajah di dalam benteng ini, namun sayangnya beberapa bagian meriam telah di ambil oleh orang.

Benteng Orange - Benteng Belanda Pertama di Nusantara
source: google.com
Bangunan ini dibangun menggunakan kombinasi batu karang, batu kali dan pecahan kaca, merupakan benteng yang disegani pada jamannya, hingga kini pun sisa-sisa kemegahan itu masih nampak. Pintu masuk kedalam benteng ini pun tidak terlalu menonjol, karena tertutup poleh pedagang kaki lima yang berjualan di depan benteng.

Selain Benteng Orange, di Ternate juga terdapat pula sisa-sisa peniggalan benteng Portugis, Spanyol dan Belanda. Seperti Benteng Kalamata, Benteng Toluko, Bentang Kastela dan Benteng Kota. Namun ironisnya hanya Benteng Toluko dan Kalamata saja yang bangunannya masih terawat.

Untuk mengunjungi sisa-sisa peninggalan sejarah tersebut Anda perlu waktu satu hari penuh. Ojek merupakan alat transportasi yang disarankan oleh kami, selain murah sepeda motor juga akan lebih cepat melintasi jalan-jalan di sudut kota Ternate dibandingkan kendaraan lain.

Biaya sewa ojek perhari sekitar Rp.75.000  - Rp.100.000/hari tergantung selihai apa Anda menawarinya. Kalau tidak ingin mencarter Anda bisa menyewa ojek dengan harga Rp.3.000; - Rp.5.000, tergantung seberapa jauh lokasinya. Selain itu Anda juga bisa menggunakan angkutan umum atau mikrolet dengan tarif harga Rp.2.000:-.#AyoKeMaluku


referensi
jalan2.com

Friday, July 25, 2014

Pantai Kupa Kupa - Tobelo, Halmahera Utara

No comments :
Pantai Kupa Kupa - Tobelo, Halmahera Utara
source: halmaherautara.com
Halmahera, Maluku Utara memang surganya bagi pecinta olahraga air. Pantai-pantai di pulau ini seakan-akan tidak ada habisnya menawarkan keindahan alamnya yang begitu mempesona. Salah satu pantai yang wajib Anda kunjungi jika baronda ke Maluku Utara yaitu pantai Kupa Kupa.

Pantai Kupa Kupa - Tobelo, Halmahera UtaraPantai ini memiliki arus laut yang tenang, serta mempunyai karateristik tersendiri yaitu berupa pepohonan beringin dan ketapang yang tumbuh disepanjang pantainya. Letaknya yang seakan-akan berada dalam teluk sehingga membuat pantai ini sangat cocok untuk diving maupun snorkeling. Pantai ini juga memiliki terumbu karang yang tumbuh di sepanjang pantai dengan berlatar belakang pegunungan. Pada saat liburan pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Pantai ini terletak di Desa Kupa - Kupa yang berjarak sekitar 20 km dari kota Tobelo. Untuk menuju pantai ini Anda dapat menggunakan angkot dengan tujuan Kao dari terminal Wosia dan turun dipertigaan jalan masuk pantai Kupa Kupa. Selanjutnya dengan menggunakan ojek ke lokasi pantai sekitar 2 km.#AyoKeMaluku 






referensi
halmaherautara.com

Saturday, July 12, 2014

Pulau Kakara - Antara Sejarah dan Wisata

No comments :
Pulau Kakara - Antara Sejarah dan Wisata
source: google.com
Pulau Kakara merupakan salah satu primadona di Kepulauan Tobelo, Maluku Utara. Pulau ini memiliki keindahan yang tidak kalah indah dengan pulau lainnya yang berada di Provinsi Maluku Utara. Pantai di pulau ini berpasir putih, dengan air lautnya yang sangat jernih, serta kawasan pantainya ditumbuhi pepohonan yang rimbun membuat Kakara menjadi tujuan favorit. Pada akhir pekan Kakara sangatlah ramai dikunjungi oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Pulau ini merupakan asal mula budaya Hibualamo. Bagi Anda yang menyukai wisata sejarah berkunjunglah ke pulau ini untuk melihat konstruksi awal rumah adat Hibualamo yang menjadi simbol persatuan masyarakat Halmahera Utara. Penduduk di pulau ini juga dikenal sebagai penari cakalele yang handal.

Pulau Kakara - Antara Sejarah dan Wisata
source: djarumsuper.com
Bagi Anda yang menyukai snorkeling dan diving, jangan sampai tidak mengunjungi pulau ini. Di perairan sekitar tanjung sebelah timur pulau ini merupakan titik yang direkomendasikan untuk snorkeling. Keindahan bawah laut Kakara sangat mempesona yang akan membuat Anda betah disini. Anda dapat melihat karang karang cantik yang muncul ke permukaan pada saat airnya surut. Pulau ini juga memiliki keunikan tersendiri yaitu Anda dapat menemukan bintang laut dalam jumlah yang banyak pada saat musim tertentu.

Pulau ini adalah salah satu dari gugusuan pulau pulau yang berada di depan Kota Tobelo, yang dapat ditempuh sekitar 15 menit dengan menggunakan ketinting dari pelabuhan Dufa-dufa. Jika Anda ingin mengunjungi pulau disekitarnya, Anda dapat menyewa perahu ketinting dengan kapasitas 6 orang, tarif harga Rp.150.000;-. #AyoKeMaluku


referensi 
halmaherautara.com
djarumsuper.com

Tuesday, July 01, 2014

Pantai Sulamadaha - Pantai Dengan Air Sebening Kaca

No comments :
Pantai Sulamadaha - Pantai Dengan Air Sebening Kaca
source: malalamagz.wordpres.com
Bentang alam di Provinsi Maluku Utara memang tak henti hentinya menunjukan keindahannya. Banyak tempat-tempat menarik yang menyuguhkan alam yang masih alami dan terbilang masih perawan. Salah satunya adalah Pantai Sulamadaha, pantai ini terletak di Ternate, Maluku Utara.

Pantai ini berjarak sekitar 14 km dari pusat kota Ternate, lama perjalanan sekitar 1 jam dengan menggunakan angkutan umum atau taksi. Pantai ini diberi julukan pantai kaca, karena air laut dipantai ini sangatlah jernih, jernih seperti kaca. Apabila Anda melihat kapal/perahu diatas air lautnya, Anda akan terkagum melihatnya karena kapal tampak melayang. Saking beningnya Anda dapat melihat dasar laut pantai ini.

Pantai Sulamadaha - Pantai Dengan Air Sebening Kaca
source: malalamagz.wordpres.com
Pantai Sulamadaha bisa dibilang sangatlah unik dan berbeda dengan pantai lainnya yang berada di Provinsi Maluku Utara. Pantai ini tidak memiliki pasir yang berwarna putih dan ombak besar, melainkan berpasir hitam dan memiliki perairan yang tenang dan jernih. Di perairan pantai ini terdapat ikan dan terumbu karang yang sudah termasuk dalam spesies langka. Selain itu pantai ini juga sangatlah cocok untuk Anda yang menyukai olahraga air seperti berenang dan snorkeling.

Disebelah kiri kearah barat pantai ini Anda bisa menemukan teluk Saomadaha yang disebut Hol oleh warga setempat yang sayang bila dilewatkan. Teluk ini bisa Anda capai dengan berjalan kaki kira kira 5 menit. Berbeda dengan pantai Sulamadaha, teluk ini memiliki pasir pantai yang berwarna putih dan bebatuan karang. Bagi Anda yang ingin melakukan snorkeling, Anda dapat menyewa perlengkepan snorkeling berupa snorkel gear, rompi apung hingga seorang guide disebuah rumah apung ditepi pantai. #AyoKeMaluku


referensi
describeindonesia.com
pasirpantai.com

Pulau Dodola - Surga Mutiara di Bibir Samudra Pasifik

No comments :
Pulau Dodola - Surga Mutiara di Bibir Samudra Pasifik
source: google.com
Pulau Dodola terletak di bagian barat Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Pulau ini berjarak sekitar 5 mil dari Daruba, Ibu Kota Kabupaten Morotai. Landscape alam di pulau ini selalu berhasil memikat wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Keindahan alam di pulau ini tidak kalah dengan pulau lainya di Provinsi Maluku Utara.

Air lautnya yang begitu jernih dan membiru ditambah dengan hamparan pasir putih yang sehalus tepung, membuat pulau ini menjadi primadonya Morotai. Di pulau ini Anda bisa berenang, diving, bahkan snorkeling dengan tenang tanpa perlu takut terbawa ombak, karena gelombangnya telah terpagari oleh pulau kecil di sekelilingnya. Pamandangan bawah lautnya tidah kalah indah, terdapat 13 titik penyelaman disini. Bukan hanya itu saja, ditempat ini terdapat beberapa pesawat dan kapal perang yang sudah karam. Karena Morotai pernah menjadi tempat pertempuran antara Sekutu dan Jepang pada Perang Dunia II.

Keunikan dari pulau ini adalah ketika air lautnya sedang surut Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola kecil terhubung oleh pasir putih yan membentang sepanjang 500 meter. Pantai ini memang tidak selalu terlihat, jika air sedang surut saja barulah pantai ini terlihat. Waktu yang tepat untuk menyebrang biasanya pada pukul 10 pagi hingga 7 malam. Anda dapat berjalan diatas pasirnya selama 5 menit untuk menyebarang.

Pulau Dodola - Surga Mutiara di Bibir Samudra Pasifik
source: google.com
Untuk menuju pulau ini hanya dengan melalui jalur laut, karena Pulau Dodola adalah sebuah pulau kecil yang berada di sebelah barat Pulau Morotai. Anda dapat terbang ke Bandara Sultan Babullah Ternate ( Maluku Utara). Selanjutnya Anda bisa menumpang pesawat ke Morotai dengan jadwal penerbangan setiap hari. Dari Morotai Anda harus menyebarang lautan dengan menyewa perahu seperti speedboat atau perahu nelayan yang biasa disewa oleh wisatawan yang mencari sensasi liburan yang unik dan menantang. Sedangkan wisatawan yang menggunakan speedboat lebih mementingkan efisiensi.

Biasanya para wisatawan yang menggunakan speedboat diantar seharian berkeliling dibeberapa pulau indah disekitar pulau ini. Tarif harga untuk menggunakan speedboat adalah Rp.1.500.000;/boat yang menampung sekitar 10 orang. Jadi Anda hanya perlu mengeluarkan Rp.150.000/orang. Bagi Anda yang pergi sendirian kami sarankan menggunakan perahu nelayan karena harganya lebih murah dan terjangkau.

Dan jika beruntung Anda hanya akan dikenakan biaya bakan bakar (BBM) dan biaya layanan wisata saja. Tarif harga untuk menggunakan perahu nelayan Rp.250.000;- hingga Rp.500.000. Namun ini bukanlah harga yang pas Anda masih bisa nego dengan pemilik perahu untuk mendapat harga terbaik. Untuk masalah homestay Anda tidak perlu khawatir di Pulau Dodola sudah terdapat beberapa homestay dengan harga yang terjangkau. #AyoKeMaluku


referensi
balitour.com
beritadaerah.com
describeindonesia.com

Monday, June 30, 2014

Pulau Morotai - Mutiara di Bibir Pasifik

No comments :
Pulau Morotai - Mutiara di Bibir Pasifik
source: google.com
Morotai terletak di Utara Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Morotai adalah salah satu pulau paling utara di Indonesia dengan luas sekitar 1.800 kilometer persegi. Pulau ini memiliki keindahan pantai dengan pemandangan yang memukau serta keindahan bawah laut yang masih menyimpan banyak misteri. Pulau ini juga menyimpan segudang sejarah dari Perang Dunia ke II yang membuatnya di juluki Mutiara di Bibir Pasifik.

Morotai pernah dijadikan basis pertahanan Jepang pada Perang Dunia II, karena pulau ini berbatasan dengan Samudra Pasifik dan Filipina. Pulau ini juga pernah diambil alih oleh sekutu yang digunakan sebagai landasan pesawat untuk menyerang wilayah Filipina dan Borneo Timur. Tetapi pada abad ke 15 dan 16 Morotai berada dibawah Kesultanan Ternate.

Pulau Morotai - Mutiara di Bibir Pasifik
source: google.com













Karena pernah di jadikan pangkalan militer pada Perang Dunia II, tak heran pulau ini menyimpan banyak guratan sejarah. Terdapat banyak peninggalan sejarah seperti gua persembunyian, landasan pesawat, serta kendaraan lapis baja yang masih utuh walaupun sudah berkarat. Disini juga terdapat sebuah museum mini yang memajang sisa sisa Perang Dunia II.

Disebelah selatan laut Morotai, terdapat sebuah peninggalan Jepang yang paling terkenal yaitu bangkai pesawat Bristol Beuford yang tenggalam di kedalaman 40 meter. Bangkai pesawat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata bahari di Morotai.

Morotai merupakan salah satu surga di Maluku, dikarenakan memiliki kekayaan bawah lautnya. Di pulau ini terdapat 25 titik penyelaman yang menawarkan keindahan tiada duanya. Ada Tanjung Wayabula, Batu Layar Point, Dodola Point, Saminyamau dan Tanjung Sebatai Point. Di perairan lautnya terdapat berbagai macam jenis biota laut yang diantara terumbu karang hingga bekas reruntuhan kapal. Pulau Morotai tidak hanya menawarkan keindahan bawah lautnya saja, tapi juga daratannya. Ada pulau Dodola yang menyuguhkan hamparan pasir putih yang luas bagi para wisawatan.

Pulau Morotai - Mutiara di Bibir Pasifik
source: travel.detik.com

















Untuk menuju ke pulau ini dengan menggunakan penerbangan dari Ternate ke Galela, lalu melanjutkan ke Morotai kira kira 30 menit dengan tarif tiket Rp.250.000;-. Atau dengan menggunakan kapal laut, yang beroperasi dua kali seminggu sekitar 12 jam  perjalanan dengan tarif tiket Rp.50.000;-. Alternatif lain menggunakan jalur darat dari Ternate ke Tobelo sekitar 4 jam perjalanan dengan tarif harga Rp.75.000;-.

Untuk masalah homestay atau tempat tinggal, memang tidak telalu banyak hotel di pulau ini. Namun salah satu cottage yang sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Pacific Inn dengan tarif harga Rp.250.000;/malam. Anda juga dapat mengujungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku Utara Jl. Kamboja nomor 14A, Ternate, Maluku Utara. Tlp +62-0921-327396. #AyoKeMaluku





referensi
indonesia.tavel
travel.detik.com

Wednesday, June 11, 2014

Mengenal Suku Sahu di Halmahera Barat

Mengenal Suku Saku di Halmahera Barat
sumber foto: jailolofest.com
Di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, masih didiami oleh berbagai macam suku dan budaya. Suku Sahu merupakan salah satu suku yang dimana masyarakatnya masih sangat aktif melakukan ritual adatnya. Suku ini mendiami dua wilayah administrasi di kabupaten ini, yaitu kecamatan suku Sahu Barat dan Sahu Timur. Walaupun mendiami dua wilayah yang berbeda tetapi mereka selalu menjunjung satu kesatuan adat yang sama. Hal itu dapat dilihat dengan adanya Sasadu (rumah adat suku Sahu), yang berada disetiap desa-desa, di kedua kecamatan tersebut. Ke dua suku ini juga selalu melaksanakan pesta makan adat yang disebut Orum Sasadu.

Peneliti suku Sahu, yaitu Corolus Jawa menyebutkan bahwa dulu masyarakat suku ini bernama Jio Jepung Malamo. Nama Sahu diberikan oleh Sultan Ternate, dimana pergantian nama ini bermula ketika Sangaji (utusan suku sahu) dipanggil menghadap Sultan Ternate. Sangaji datang menemui sultan bertepatan dengan waktu sahur. Sultan pun berkata dalam bahasa Ternate "Hara kane si jou sahur, jadi kane suku ngana si golo ngana jiko Sahu" yang artinya "Karena kau Sangaji datang pada saat sultan sedang makan sahur, maka dikemudian hari kau akan mendirikan daerahmu, dan namailah Sahu".

Pada zaman kesultanan Ternate, sesudah Baab Mansyur Malamo, suku Sahu dipimpin oleh seorang yang disebut Walasae. Di bawahnya Walasae ada seorang panglima yang disebut Kapita/Momole, dan disusul oleh Walangotom (prajurit yang selalu mendengar komando dalam kapita dalam hal pertahanan). Setelah itu ada Jou Ma Bela (kaum masyarakat yang ditugaskan uttuk membawa upeti kepada sultan Ternate). Setelah jou ma bela ada Guru yang ditugaskan dalam hal keagamaan dan didampingi oleh khalifa. Dan yang terakhir adalah Ngofa Repe, sebutan untuk masyarakat kampung.

Mengenal Suku Saku di Halmahera Barat
source: google.com
Sedangkan diatas struktur itu ada terdapat lembaga kesultanan yang disebut babato madopolo, dan kedudukan sultan sebagai kepala negara atau kepala pemerintahan yang disebut Maluku Kie Raha sampai sekarang. Seiring dengan perkembangan zaman, struktur masyarakat Sahu pun ikut berubah. Sekarang Pemimpin Desa (fomanyira) yang memiliki kedudukan tertinggi yang bertugas mengatur kehidupan dan kesejahteraan raykat. Di bawahnya fomanyira terdapat sebuah institusi masyarakat yang disebut gam ma kele yang terdiri dari wala sae dan wala ngotom yang bertugas mengatur dan menegakan hukum adat serta syukuran atas hasil panen pertanian mereka. Setelah gam ma kele ada baba masohi, sebutan untuk tetua kampung yang mendampingi gam ma kele dalam menegakan hukum adat. Dan yang paling terakhir adalah ngoa repe atau masyarakat kampung.

Dalam kehidupan sehari hari masyarakat suku Sahu memahami bahwa manusia saling membutuhkan satu sama lain. Hal inilah yang mendorong masyarak untuk membentuk kelompok-kelompok kerja yang disebut rion-rion. Setiap anggota kelompok ini mempunyai tujuan yang sama, seperti berkebun hingga mengolah hasil pertanian, dan membangun rumah para anggota kelompok tersebut.

Kegiatan gotong royong yang diciptakan oleh nenek moyang itu terwarisi sampai sekarang. Di lingkungan keluarga biasaya ada hubungan kerja sama sebagai tanggung jawab. Hal ini dapat dilihat dari kerjasama dalam menyiapkan upacara pernikahan anggota keluarga, upacara pamakaman, adat istiadat dalam pembagian harta, serta budaya sasadu. #AyoKeMaluku #jelajahijailolo



referensi
wikipedia.com
google.com

Tuesday, June 10, 2014

Bentor - Beca Motor Bernyanyi khas Masyarakat Jailolo

BENTOR : Beca Motor Bernyanyi khas Masyarakat Jailolo
sumber foto: indonesia.travel/id
Mencoba angkutan umum lokal bagian sebagian orang adalah pengalaman yang istimewa. Jika Anda berkunjung ke Jailolo, maka bersiap berdegup jantung dan telinga saat Anda berada di jalanannya. Itu karena banyaknya beca motor yang berlalu lalang di jalanan dengan suara musik yang sangat keras.

Beca motor atau disebut Bentor oleh masyarakat Jailolo memainkan lagu dengan volume yang begitu keras untuk menarik perhatian penumpang. Lagu yang yang dimainkan juga cukp beragam mulai dari lagu berbahasa daerah hingga lagu pop nasional dan rnb barat yang sedang populer. Tak hanya itu, Bentor juga dihiasi dengan lampu led berwarna-warni yang akan dinyalakan pada saat malam hari.

Kendaraan ini dilengkapi dengan alat pemutar musik mp3 atau bekas pemutar musik dari mobil yang ditenagai aki (accu). Pemutar musiknya juga tidak menggunakan kaset, tetapi menggunakan flashdisk dan memori card (mmc) sehingga lagu yang dimainkan dijamin tidak membosankan.

Bentor : Beca Motor Bernyanyi khas Masyarakat Jailolo
sumber foto: jailolofest.com
Bentor merupakan kendaraan motor yang dimodifikasi dengan menggunakan rumahan layaknya beca dengan atap. Kendaraan ini begitu nyaman dengan menggunakan kursi yang empuk dan pijakan kaki yang tidak membuat Anda merasa pegal. Kendaraan ini bermula pada tahun 2010 dan tidak lama kemudian sudah menjadi kendaraan favorit masyarakat Jailolo. Para wisatawan juga dapat berkeliling Jailolo dengan menggunakan kendaraan ini.

Supir Bentor tidak mematok harga untuk satu arah tujuan, tergantung jauh dekat jaraknya. Biasanya ongkos dimulai dari Rp.5.000,- hingga Rp.20.000,- tergantung jauh dekatnya. Anda juga dapat menyewanya seharian bila harga disepakati dengan  supirnya. #AyoKeMaluku #JelajahiJailolo


referensi
jailolofest.com
indonesia.travel.id

Rumah Adat Sasadu - Milik Bangsa Halmahera Barat

Sasadu:  Rumah Adat Bangsa Halmahera Barat
Sumber foto: wego.co.id
Jika Anda berkunjung ke Jailolo, jangan lupa untuk mengunjungi Desa Gamtamala. Desa ini menyimpan Kekayaan Budaya Alam Indonesia. Letak desa ini tidak jauh dari pelabuhan utama Teluk Jailolo.

Sasadu merupakan sebuah bangunan yang memiliki tiang dari kayu dan beratapkan daun sagu. Sasadu merupakan rumah adat, dan merupakan tempat pertemuan bagi suku Sahu. Bangunan ini tampak mecolok dari bangunan di sekitarnya.
Suku Sahu merupakan salah satu suku yang mendiami Kabupaten Halmahera Barat. Kabupaten ini cukup berbangga karna masih menjaga dan merawat kelestarian suku adat ini. Menurut masyarakat setempat, rumah ini memiliki banyak fungsi dan kegunaan serta mempunyai banyak makna yang tersembunyi.

Sasadu mencermikan karakter suku Sahu yang selalu terbuka dan tidak suka menaruh curiga kepada pendatang. Bangunan yang tidak memiliki pintu merupakan wujud bahwa siapapun tanpa terkecuali dapat memasuki wilayah ini. Walaupun tidak memiki dinding, Sasadu mempunyai enam pintu untuk jalan keluar dan jalan masuk. Dua pintu untuk kaum laki-laki, dua pintu untuk kamu perempuan, dan dua pintu lagi untuk para tamu/pendatang.

Keunikan lain dari rumah adat ini adalah terdapat bendera yang diberi nama Panji dan dayalo, serta penghias kain putih yang berbentuk bukit kecil yang melambangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sasadu dibangun tanpa menggunakan paku, memiliki kolom dan tiang yang terbuat dari batang pohon sagu. Atapnya juga didominasi oleh daun sagu, serta memiliki dua buah bulatan yang dibungkus ijuk yang merupakan simbol dari dua kekuatan supranatural yang diyakini oleh masyarakat suku Sahu. #AyoKeMaluku #JelajahiJailolo



referensi
wikipedia.com
wego.co.id
jailolofest.com

Friday, May 30, 2014

Ritual Sigofi Ngolo - Pembersihan Laut Dari Roh Buruk

Sigofi Ngolo: Ritual Pembersihan Laut Dari Roh Buruk
sumber foto http://www.indonesia.travel
Sigofi Ngolo merupakan penanda pembuka event Festival Teluk Jailolo 2014. Iring-iringan kapal yang sudah dihiasi secantik mungkin, disertai musik perkusi yang bergerak sejak pagi dari Teluk Jailolo menuju pulau Babua yang diangggap keramat. Kapal-kapal motor yang ikut serta dalam ritual ini sering disebut kora-kora oleh warga setempat.

Sembilan kapal kora-kora serentak berlayar menuju pulau Babua untuk berziarah makam. Kapal inti membawa sesajian dan bunga untuk diletakan di makam keramat yang berada di pulau Babua. Kapal inti memimpin didepan sedangkan kapal-kapal yang lain mengikuti dari belakang. Setibanya di sana semua perahu memutari pulau tersebut sebanyak tiga kali. Setelah putaran yang ketiga kapal inti yang berisi pemuka adat akan menabur bunga tepat dipinggir pulau tersebut.

Sigofi Ngolo: Ritual Pembersihan Laut Dari Roh Buruk
(Babua Islands) sumber foto https://www.flickr.com/photos/tatakimo
Ritual ini sering juga disebut sebagai ritual bersih laut, namun bukan membersihkan laut dari sampah. Melainkan membersihkan laut dari segala niat buruk, dan meminta izin kepada "penguasa laut" untuk memulai event dengan niat yang baik dan tulus.

Tak mau ketinggalan empat kerajaan yang berada di Maluku Utara: Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan mengirimkan perwakilannya untuk ikut serta dalam ritual ini. Tidak hanya itu, berbagai perwakilan masyarakarat dan juga wisatawan yang ingin merasakan pengalaman batin proses sakral ini.

Ritual adat Sigofi Ngolo diadakan rutin setiap akan digelar Festival Teluk Jailolo. Pastikan Anda ikut serta dalam ritual adat yang sakral ini dengan datang langsung ke Jailolo. Bukan hanya ritual adat dan pesta rakyat yang dapat dilihat namun juga berbagai tarian, budaya, dan hasil bumi. #jelajahijailolo #AyoKeMaluku




referensi
indonesia.travel.id
marischkaprudence.blogspot.com

Thursday, May 29, 2014

Hari ini Festival Teluk Jailolo Ke-6 Resmi di Mulai

Hari ini Festival Teluk Jailolo Ke-6 Resmi di Mulai
source: jailolofest.com
Festival Teluk Jailolo merupakan sebuah pesta budaya dan pariwisata yang secara rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Halmahera Barat. Tujuan dari penyelenggaraan acara ini adalah untuk mempromosikan potensi pariwisata, kekayaan alam dan budaya, serta mengembangkan bisnis di wilayah Kabupaten Halmahera Barat. Event ini telah memasuki tahun ke enam dan akan berlangsung hari ini hingga tanggal 31 mei 2014.

Festival Teluk Jailolo kali ini bertemakan; Culture, People, Nature Of West Halmahera. Dengan promo tagline #jelajahijailolo.

Susunan acara pada Festival Teluk Jailolo 2014;


  • Sigofo Ngolo
    Sigofo Ngolo merupakan pananda pembuka Festival Teluk Jailolo, iring-iringan kapal yang dihiasi secantik mungkin, disertai musik perkusi akan bergerak sejak pagi hari dari Teluk Jailolo menuju pulau Babua yang dianggap keramat. Ritual ini juga biasa disebut sebagai ritual bersih laut, namun bukan membersihkan laut dari sampah, tetapi membersihkan laut dari segala niat jahat, dan meminta izin untuk memulai acara dengan niat yang baik dan tulus. 
  • Horom Toma Sasadu
    Horomo Toma Sasadu berasal dari isitilah Horom, yang artinya makan, Toma yang artinya di, dan Sasadu yang artinya rumah adat. Sasadu terdiri dari beberapa tiang kayu yang tidak berdinding dan beratapkan daun sagu. Dalam setahun makan di rumah adat (red; horom sasadu) digelar sebanyak dua kali, diantara bulan maret hingga bulan juni. Tidak perlu menunggu masa tanam dan masa panen karena pada Festival Teluk Jailolo 2014, semua peserta dan pengunjung dapat menikmati makan adat yang mengajarkan rasa bersyukur.
  • Gelar Makanan Khas Tradisional Maluku Utara
    Setiap penyelenggaran Festival Teluk Jailolo, acara ini merupakan primadona. Karena berbagai makanan khas Maluku Utara akan disajikan bagi para pengunjung, mulai dari hidangan pembuka hingga hidangan penutup. Bahkan akan juga disajikan makanan-makanan khas suku ada asli Halmahera Barat. Bekerja sama dengan Maharasa Team kelompok pecinta kuliner nusantara yang dipelopori oleh Chef Ragil Imam Wibowo dan Adzan Tri Budiman. Dan didukung juga oleh pembisnis kuliner seperti; Lisa Virgiano, Mei Batubara dan Helianti Najib, yang bekerja sama dengan Passion untuk mengembangkan dan melestarikan citarasa kuliner asli nusantara. 
  • Acara Puncak Sasadu On The Sea
    Acara ini bertempat pada sebuah panggung yang dibuat diatas laut, dibibir pantai Teluk Jailolo. Pagelaran seni bertajuk Sasadu On The Sea ini akan menghadirkan ratusan anak muda yang telah dilatih oleh Eko Supriyanto. Mereka akan mempertunjukan seni drama dan tari yang bebalut musik epic. Adegan-adegan dalam Sasadu On The Sea dijabarkan mempunyai makna, interpretasi, pesan, serta menjadi harapan dan inspirasi dalam meraih impian dan cita-cita bagi generasi muda serta seluruh masyarakat Halmahera Barat. Sasadu On The Sea juga merupakan cara yang paling ditunggu-tunggu dalam Festival Teluk Jailolo 2014.
  • Eksplorasi Burung Bidadari
    Burung Bidadari atau nama latinnya Semiotera Wallacii, termasuk dalam fauna yang sudah langka. Habitat burung ini terdapat di Halmahera Barat. Alfred Russel Wallace merupakan penemu dari burung ini. Menurut Wallace, keistimewaan burung ini adalah bentangan sayap burung bidadari yang jantan sangat indah ketika sedang merayu betina.
  • Scuba Diving
    Meski industri diving di Halmahera Barat bisa dikatakan masih sangat muda, akan tetapi Kabupaten ini memiliki lebih dari 20 dive sites yang hanya terdapat diseputaran Teluk Jailolo saja. Banyak biota laut yang unik bahkan tergolong langka menjadikan perairan Halmahera Barat sebagai rumah mereka.


Pada Festival Teluk Jailolo 2014 akan digelar International Underwater Photo Competition dengan total hadiah sebesar Rp. 144.000.000.00. Kontes ini dibagi menjadi 5 kategori, yaitu: Compact Standart, Compact Wide, Compact Macro, DSLR Wide dan DSLR Macro.

Ayo! datang dan biarkan diri Anda menjadi saksi atas keindahan dan kekayaan alam yang tersembunyi di Halmahera Barat. #jelajahijailolo #AyoKeMaluku


referensi
google.com
jailolofest.com
indonesia.travel.id



Monday, February 03, 2014

Maluku Utara - Surga tropis di Timur Indonesia

Maluku Utara Surga Tropis di TImur Indonesia
source: google.co.id
Maluku Utara adalah surga tropis di Indonesia bagian timur. Inilah tempat wisata bahari, budaya, purbakala, sejarah dan adat istiadat. Daerah ini pada mulanya adalah bekas wilayah empat kerajaan Islam terbesar di bagian timur Nusantara yang dikenal dengan sebutan Kesultanan Moroko Kie Raha (Kesultanan Empat Gunung di Maluku) yaitu Bacan, Jailolo, Ternate dan Tidore.
Ibu Kota Maluku Utara terletak di Sofifi, Kecamatan Oba Utara, sejak 4 Agustus 2010 yang menggantikan kota terbesarnya Ternate, yang berfungsi sebagai ibukota sementara selama 11 tahun untuk menunggu kesiapan infrastruktur di Sofifi.

Provinsi Maluku Utara memiliki 395 pulau besar dan kecil yang tersebar di perairan yang menakjubkan. Pulau yang telah dihuni sebanyak 64 buah dan yang tidak berpenghuni sebanyak 331 buah. Salah satu pulau yang tidak berpenghuni adalah pulau Dodola, pulau ini layak disebut sebagai surga. Pulau ini terdiri dari Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil. Kedua pulau ini hanya tersambung saat air laut sedang surut dan membentuk jalan pasir. Pasir putih seluas 16 km mengelilingi pantai dengan airnya yang jernih. Di pulau ini, Anda dapat melakukan banyak kegiatan menarik seperti berenang, berjemur, dan menyelam.  Ada juga Pulau Maitara, pulau ini juga menawarkan kehidupan laut yang fantastis. Pulau ini terletak di tengah Pulau Ternate dan Pulau Tidore.

Seperti yang terlihat Provinsi Maluku Utara dikelilingi oleh perairan. Hal ini membuat Maluku Utara memiliki pulau-pulau dan pantai yang indah dengan taman laut serta jenis ikan hias yang beragam. Wisata alam batu lubang tersebar hampir di seluruh wilayah. Disini juga terdapat hutan wisata sekaligus taman nasional dengan spesies endemik rangking ke 10 di dunia.
Kawasan Cagar Alam Budaya yang memiliki nilai sejarah kepurbakalaan tersebar di wilayah Provinsi Maluku Utara meliputi cagar alam di Kota Ternate, Kota Tidore, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, dan Halmahera Utara.

Transportasi

Ternate dapat Anda capai dengan penerbangan domestik dari Jakarta melalui Makassar atau penerbangan langsung dari Makassar dan Manado.

Kuliner

Provinsi Maluku Utara didominasi dengan Muslim, karena itu Anda dapat menemukan banyak makanan halal disini. Tentunya makanan laut berlimpah disini, berbagai hidangan nasi dan ikan laut patut Anda coba. Makanan khas di Maluku Utara yaitu papeda seperti juga di Ambon dan Papua dapat Anda cicipi disini. Selain itu juga ada halua kenari, air guraka, bagea, ikan asap, gohu ikan, ketam kenari dan masih banyak lagi makanan khas Maluku Utara yang tak kalah enaknya.#AyoKeMaluku

Kantor Pariwisata

Jl.Kamboja No.14 A, Ternate 
Telp. (62-921) 326277, 327396


referensi
indonesia.travel.id
google.co.id