Showing posts with label Maluku Utara. Show all posts
Tuesday, June 16, 2015
Masjid Raya Al Munawwar | Ternate
![]() | |
| (by:ilhamarch) |
Masjid Raya Al Munawar di bangun diatas lahan seluas 6 hektar, dengan luas bangun masjidnya sendiri mencapai 9.512 meter persegi. Masjid Al Munawwar dapat menampung sekitar 15.000 jamaah sekaligus, hal ini dinilai sangat wajar karena mengingat Kota Ternate sebagai Kota Madani, dimana 95% penduduknya beragama Islam.
![]() |
| (by:ilhamarch) |
Lantai keramik yang menghilap dan bening serta pilar-pilar putih dengan ornamen berwarna emas diujungnya menghisai bagian dalam masjid sehingga menambah keindahanya. Mengitari masjid ini sama artinya Anda menjelajah dengan disuguhi pemandangan indah disekitar Pulau Ternate. Lautnya yang tenang dengan bentang pulau Tidore, Halmahera, Maitara membuat waktu disini berjalan sangat lambat.
![]() |
| (by:ilhamarch) |
referensi:
id.wikipedia.org
gerbongtiga.wordpress.com
ternateonline.wordpress.com
travellersindo.blogspot.com
Sunday, September 07, 2014
Benteng Orange - Benteng Belanda Pertama di Nusantara
![]() |
| source: google.com |
Benteng ini terletak di pusat kota Ternate dengan kondisi fisik yang masih utuh, namun kondisinya kurang terawat sehingga di dalam benteng ini didiami oleh kesatuan POLRI dan Angkatan Darat. Pada tahun 1822 benteng ini juga pernah menjadi tempat pengasingan Sultan Badarudin II dari Palembang. Sehingga pada tahun 1852 Sultan Badarudin II meninggal dan dimakamkan di kecamatan Santiong.
![]() |
| source: google.com |
![]() |
| source: google.com |
Selain Benteng Orange, di Ternate juga terdapat pula sisa-sisa peniggalan benteng Portugis, Spanyol dan Belanda. Seperti Benteng Kalamata, Benteng Toluko, Bentang Kastela dan Benteng Kota. Namun ironisnya hanya Benteng Toluko dan Kalamata saja yang bangunannya masih terawat.
Untuk mengunjungi sisa-sisa peninggalan sejarah tersebut Anda perlu waktu satu hari penuh. Ojek merupakan alat transportasi yang disarankan oleh kami, selain murah sepeda motor juga akan lebih cepat melintasi jalan-jalan di sudut kota Ternate dibandingkan kendaraan lain.
Biaya sewa ojek perhari sekitar Rp.75.000 - Rp.100.000/hari tergantung selihai apa Anda menawarinya. Kalau tidak ingin mencarter Anda bisa menyewa ojek dengan harga Rp.3.000; - Rp.5.000, tergantung seberapa jauh lokasinya. Selain itu Anda juga bisa menggunakan angkutan umum atau mikrolet dengan tarif harga Rp.2.000:-.#AyoKeMaluku
referensi
jalan2.com
Friday, July 25, 2014
Pantai Kupa Kupa - Tobelo, Halmahera Utara
![]() |
| source: halmaherautara.com |
Pantai ini memiliki arus laut yang tenang, serta mempunyai karateristik tersendiri yaitu berupa pepohonan beringin dan ketapang yang tumbuh disepanjang pantainya. Letaknya yang seakan-akan berada dalam teluk sehingga membuat pantai ini sangat cocok untuk diving maupun snorkeling. Pantai ini juga memiliki terumbu karang yang tumbuh di sepanjang pantai dengan berlatar belakang pegunungan. Pada saat liburan pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing.Pantai ini terletak di Desa Kupa - Kupa yang berjarak sekitar 20 km dari kota Tobelo. Untuk menuju pantai ini Anda dapat menggunakan angkot dengan tujuan Kao dari terminal Wosia dan turun dipertigaan jalan masuk pantai Kupa Kupa. Selanjutnya dengan menggunakan ojek ke lokasi pantai sekitar 2 km.#AyoKeMaluku
referensi
halmaherautara.com
Saturday, July 12, 2014
Pulau Kakara - Antara Sejarah dan Wisata
![]() |
| source: google.com |
Pulau ini merupakan asal mula budaya Hibualamo. Bagi Anda yang menyukai wisata sejarah berkunjunglah ke pulau ini untuk melihat konstruksi awal rumah adat Hibualamo yang menjadi simbol persatuan masyarakat Halmahera Utara. Penduduk di pulau ini juga dikenal sebagai penari cakalele yang handal.
![]() |
| source: djarumsuper.com |
Pulau ini adalah salah satu dari gugusuan pulau pulau yang berada di depan Kota Tobelo, yang dapat ditempuh sekitar 15 menit dengan menggunakan ketinting dari pelabuhan Dufa-dufa. Jika Anda ingin mengunjungi pulau disekitarnya, Anda dapat menyewa perahu ketinting dengan kapasitas 6 orang, tarif harga Rp.150.000;-. #AyoKeMaluku
referensi
halmaherautara.com
djarumsuper.com
Tuesday, July 01, 2014
Pantai Sulamadaha - Pantai Dengan Air Sebening Kaca
![]() |
| source: malalamagz.wordpres.com |
Pantai ini berjarak sekitar 14 km dari pusat kota Ternate, lama perjalanan sekitar 1 jam dengan menggunakan angkutan umum atau taksi. Pantai ini diberi julukan pantai kaca, karena air laut dipantai ini sangatlah jernih, jernih seperti kaca. Apabila Anda melihat kapal/perahu diatas air lautnya, Anda akan terkagum melihatnya karena kapal tampak melayang. Saking beningnya Anda dapat melihat dasar laut pantai ini.
![]() |
| source: malalamagz.wordpres.com |
Disebelah kiri kearah barat pantai ini Anda bisa menemukan teluk Saomadaha yang disebut Hol oleh warga setempat yang sayang bila dilewatkan. Teluk ini bisa Anda capai dengan berjalan kaki kira kira 5 menit. Berbeda dengan pantai Sulamadaha, teluk ini memiliki pasir pantai yang berwarna putih dan bebatuan karang. Bagi Anda yang ingin melakukan snorkeling, Anda dapat menyewa perlengkepan snorkeling berupa snorkel gear, rompi apung hingga seorang guide disebuah rumah apung ditepi pantai. #AyoKeMaluku
referensi
describeindonesia.com
pasirpantai.com
Pulau Dodola - Surga Mutiara di Bibir Samudra Pasifik
![]() |
| source: google.com |
Air lautnya yang begitu jernih dan membiru ditambah dengan hamparan pasir putih yang sehalus tepung, membuat pulau ini menjadi primadonya Morotai. Di pulau ini Anda bisa berenang, diving, bahkan snorkeling dengan tenang tanpa perlu takut terbawa ombak, karena gelombangnya telah terpagari oleh pulau kecil di sekelilingnya. Pamandangan bawah lautnya tidah kalah indah, terdapat 13 titik penyelaman disini. Bukan hanya itu saja, ditempat ini terdapat beberapa pesawat dan kapal perang yang sudah karam. Karena Morotai pernah menjadi tempat pertempuran antara Sekutu dan Jepang pada Perang Dunia II.
Keunikan dari pulau ini adalah ketika air lautnya sedang surut Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola kecil terhubung oleh pasir putih yan membentang sepanjang 500 meter. Pantai ini memang tidak selalu terlihat, jika air sedang surut saja barulah pantai ini terlihat. Waktu yang tepat untuk menyebrang biasanya pada pukul 10 pagi hingga 7 malam. Anda dapat berjalan diatas pasirnya selama 5 menit untuk menyebarang.
![]() |
| source: google.com |
Biasanya para wisatawan yang menggunakan speedboat diantar seharian berkeliling dibeberapa pulau indah disekitar pulau ini. Tarif harga untuk menggunakan speedboat adalah Rp.1.500.000;/boat yang menampung sekitar 10 orang. Jadi Anda hanya perlu mengeluarkan Rp.150.000/orang. Bagi Anda yang pergi sendirian kami sarankan menggunakan perahu nelayan karena harganya lebih murah dan terjangkau.
Dan jika beruntung Anda hanya akan dikenakan biaya bakan bakar (BBM) dan biaya layanan wisata saja. Tarif harga untuk menggunakan perahu nelayan Rp.250.000;- hingga Rp.500.000. Namun ini bukanlah harga yang pas Anda masih bisa nego dengan pemilik perahu untuk mendapat harga terbaik. Untuk masalah homestay Anda tidak perlu khawatir di Pulau Dodola sudah terdapat beberapa homestay dengan harga yang terjangkau. #AyoKeMaluku
referensi
balitour.com
beritadaerah.com
describeindonesia.com
Monday, June 30, 2014
Pulau Morotai - Mutiara di Bibir Pasifik
![]() |
| source: google.com |
Morotai pernah dijadikan basis pertahanan Jepang pada Perang Dunia II, karena pulau ini berbatasan dengan Samudra Pasifik dan Filipina. Pulau ini juga pernah diambil alih oleh sekutu yang digunakan sebagai landasan pesawat untuk menyerang wilayah Filipina dan Borneo Timur. Tetapi pada abad ke 15 dan 16 Morotai berada dibawah Kesultanan Ternate.
![]() |
| source: google.com |
Karena pernah di jadikan pangkalan militer pada Perang Dunia II, tak heran pulau ini menyimpan banyak guratan sejarah. Terdapat banyak peninggalan sejarah seperti gua persembunyian, landasan pesawat, serta kendaraan lapis baja yang masih utuh walaupun sudah berkarat. Disini juga terdapat sebuah museum mini yang memajang sisa sisa Perang Dunia II.
Disebelah selatan laut Morotai, terdapat sebuah peninggalan Jepang yang paling terkenal yaitu bangkai pesawat Bristol Beuford yang tenggalam di kedalaman 40 meter. Bangkai pesawat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata bahari di Morotai.
Morotai merupakan salah satu surga di Maluku, dikarenakan memiliki kekayaan bawah lautnya. Di pulau ini terdapat 25 titik penyelaman yang menawarkan keindahan tiada duanya. Ada Tanjung Wayabula, Batu Layar Point, Dodola Point, Saminyamau dan Tanjung Sebatai Point. Di perairan lautnya terdapat berbagai macam jenis biota laut yang diantara terumbu karang hingga bekas reruntuhan kapal. Pulau Morotai tidak hanya menawarkan keindahan bawah lautnya saja, tapi juga daratannya. Ada pulau Dodola yang menyuguhkan hamparan pasir putih yang luas bagi para wisawatan.
![]() |
| source: travel.detik.com |
Untuk menuju ke pulau ini dengan menggunakan penerbangan dari Ternate ke Galela, lalu melanjutkan ke Morotai kira kira 30 menit dengan tarif tiket Rp.250.000;-. Atau dengan menggunakan kapal laut, yang beroperasi dua kali seminggu sekitar 12 jam perjalanan dengan tarif tiket Rp.50.000;-. Alternatif lain menggunakan jalur darat dari Ternate ke Tobelo sekitar 4 jam perjalanan dengan tarif harga Rp.75.000;-.
Untuk masalah homestay atau tempat tinggal, memang tidak telalu banyak hotel di pulau ini. Namun salah satu cottage yang sering dikunjungi oleh wisatawan adalah Pacific Inn dengan tarif harga Rp.250.000;/malam. Anda juga dapat mengujungi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku Utara Jl. Kamboja nomor 14A, Ternate, Maluku Utara. Tlp +62-0921-327396. #AyoKeMaluku
referensi
indonesia.tavel
travel.detik.com
Wednesday, June 11, 2014
Mengenal Suku Sahu di Halmahera Barat
![]() |
| sumber foto: jailolofest.com |
Peneliti suku Sahu, yaitu Corolus Jawa menyebutkan bahwa dulu masyarakat suku ini bernama Jio Jepung Malamo. Nama Sahu diberikan oleh Sultan Ternate, dimana pergantian nama ini bermula ketika Sangaji (utusan suku sahu) dipanggil menghadap Sultan Ternate. Sangaji datang menemui sultan bertepatan dengan waktu sahur. Sultan pun berkata dalam bahasa Ternate "Hara kane si jou sahur, jadi kane suku ngana si golo ngana jiko Sahu" yang artinya "Karena kau Sangaji datang pada saat sultan sedang makan sahur, maka dikemudian hari kau akan mendirikan daerahmu, dan namailah Sahu".
Pada zaman kesultanan Ternate, sesudah Baab Mansyur Malamo, suku Sahu dipimpin oleh seorang yang disebut Walasae. Di bawahnya Walasae ada seorang panglima yang disebut Kapita/Momole, dan disusul oleh Walangotom (prajurit yang selalu mendengar komando dalam kapita dalam hal pertahanan). Setelah itu ada Jou Ma Bela (kaum masyarakat yang ditugaskan uttuk membawa upeti kepada sultan Ternate). Setelah jou ma bela ada Guru yang ditugaskan dalam hal keagamaan dan didampingi oleh khalifa. Dan yang terakhir adalah Ngofa Repe, sebutan untuk masyarakat kampung.
![]() |
| source: google.com |
Dalam kehidupan sehari hari masyarakat suku Sahu memahami bahwa manusia saling membutuhkan satu sama lain. Hal inilah yang mendorong masyarak untuk membentuk kelompok-kelompok kerja yang disebut rion-rion. Setiap anggota kelompok ini mempunyai tujuan yang sama, seperti berkebun hingga mengolah hasil pertanian, dan membangun rumah para anggota kelompok tersebut.
Kegiatan gotong royong yang diciptakan oleh nenek moyang itu terwarisi sampai sekarang. Di lingkungan keluarga biasaya ada hubungan kerja sama sebagai tanggung jawab. Hal ini dapat dilihat dari kerjasama dalam menyiapkan upacara pernikahan anggota keluarga, upacara pamakaman, adat istiadat dalam pembagian harta, serta budaya sasadu. #AyoKeMaluku #jelajahijailolo
referensi
wikipedia.com
google.com
Tuesday, June 10, 2014
Bentor - Beca Motor Bernyanyi khas Masyarakat Jailolo
![]() |
| sumber foto: indonesia.travel/id |
Beca motor atau disebut Bentor oleh masyarakat Jailolo memainkan lagu dengan volume yang begitu keras untuk menarik perhatian penumpang. Lagu yang yang dimainkan juga cukp beragam mulai dari lagu berbahasa daerah hingga lagu pop nasional dan rnb barat yang sedang populer. Tak hanya itu, Bentor juga dihiasi dengan lampu led berwarna-warni yang akan dinyalakan pada saat malam hari.
Kendaraan ini dilengkapi dengan alat pemutar musik mp3 atau bekas pemutar musik dari mobil yang ditenagai aki (accu). Pemutar musiknya juga tidak menggunakan kaset, tetapi menggunakan flashdisk dan memori card (mmc) sehingga lagu yang dimainkan dijamin tidak membosankan.
![]() |
| sumber foto: jailolofest.com |
Supir Bentor tidak mematok harga untuk satu arah tujuan, tergantung jauh dekat jaraknya. Biasanya ongkos dimulai dari Rp.5.000,- hingga Rp.20.000,- tergantung jauh dekatnya. Anda juga dapat menyewanya seharian bila harga disepakati dengan supirnya. #AyoKeMaluku #JelajahiJailolo
referensi
jailolofest.com
indonesia.travel.id
Rumah Adat Sasadu - Milik Bangsa Halmahera Barat
![]() |
| Sumber foto: wego.co.id |
Sasadu merupakan sebuah bangunan yang memiliki tiang dari kayu dan beratapkan daun sagu. Sasadu merupakan rumah adat, dan merupakan tempat pertemuan bagi suku Sahu. Bangunan ini tampak mecolok dari bangunan di sekitarnya.
Suku Sahu merupakan salah satu suku yang mendiami Kabupaten Halmahera Barat. Kabupaten ini cukup berbangga karna masih menjaga dan merawat kelestarian suku adat ini. Menurut masyarakat setempat, rumah ini memiliki banyak fungsi dan kegunaan serta mempunyai banyak makna yang tersembunyi.
Sasadu mencermikan karakter suku Sahu yang selalu terbuka dan tidak suka menaruh curiga kepada pendatang. Bangunan yang tidak memiliki pintu merupakan wujud bahwa siapapun tanpa terkecuali dapat memasuki wilayah ini. Walaupun tidak memiki dinding, Sasadu mempunyai enam pintu untuk jalan keluar dan jalan masuk. Dua pintu untuk kaum laki-laki, dua pintu untuk kamu perempuan, dan dua pintu lagi untuk para tamu/pendatang.
Keunikan lain dari rumah adat ini adalah terdapat bendera yang diberi nama Panji dan dayalo, serta penghias kain putih yang berbentuk bukit kecil yang melambangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sasadu dibangun tanpa menggunakan paku, memiliki kolom dan tiang yang terbuat dari batang pohon sagu. Atapnya juga didominasi oleh daun sagu, serta memiliki dua buah bulatan yang dibungkus ijuk yang merupakan simbol dari dua kekuatan supranatural yang diyakini oleh masyarakat suku Sahu. #AyoKeMaluku #JelajahiJailolo
referensi
wikipedia.com
wego.co.id
jailolofest.com
Friday, May 30, 2014
Ritual Sigofi Ngolo - Pembersihan Laut Dari Roh Buruk
![]() |
| sumber foto http://www.indonesia.travel |
Sembilan kapal kora-kora serentak berlayar menuju pulau Babua untuk berziarah makam. Kapal inti membawa sesajian dan bunga untuk diletakan di makam keramat yang berada di pulau Babua. Kapal inti memimpin didepan sedangkan kapal-kapal yang lain mengikuti dari belakang. Setibanya di sana semua perahu memutari pulau tersebut sebanyak tiga kali. Setelah putaran yang ketiga kapal inti yang berisi pemuka adat akan menabur bunga tepat dipinggir pulau tersebut.
![]() |
| (Babua Islands) sumber foto https://www.flickr.com/photos/tatakimo |
Tak mau ketinggalan empat kerajaan yang berada di Maluku Utara: Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan mengirimkan perwakilannya untuk ikut serta dalam ritual ini. Tidak hanya itu, berbagai perwakilan masyarakarat dan juga wisatawan yang ingin merasakan pengalaman batin proses sakral ini.
Ritual adat Sigofi Ngolo diadakan rutin setiap akan digelar Festival Teluk Jailolo. Pastikan Anda ikut serta dalam ritual adat yang sakral ini dengan datang langsung ke Jailolo. Bukan hanya ritual adat dan pesta rakyat yang dapat dilihat namun juga berbagai tarian, budaya, dan hasil bumi. #jelajahijailolo #AyoKeMaluku
referensi
indonesia.travel.id
marischkaprudence.blogspot.com
Thursday, May 29, 2014
Hari ini Festival Teluk Jailolo Ke-6 Resmi di Mulai
![]() |
| source: jailolofest.com |
Festival Teluk Jailolo kali ini bertemakan; Culture, People, Nature Of West Halmahera. Dengan promo tagline #jelajahijailolo.
Susunan acara pada Festival Teluk Jailolo 2014;
- Sigofo Ngolo
Sigofo Ngolo merupakan pananda pembuka Festival Teluk Jailolo, iring-iringan kapal yang dihiasi secantik mungkin, disertai musik perkusi akan bergerak sejak pagi hari dari Teluk Jailolo menuju pulau Babua yang dianggap keramat. Ritual ini juga biasa disebut sebagai ritual bersih laut, namun bukan membersihkan laut dari sampah, tetapi membersihkan laut dari segala niat jahat, dan meminta izin untuk memulai acara dengan niat yang baik dan tulus. - Horom Toma Sasadu
Horomo Toma Sasadu berasal dari isitilah Horom, yang artinya makan, Toma yang artinya di, dan Sasadu yang artinya rumah adat. Sasadu terdiri dari beberapa tiang kayu yang tidak berdinding dan beratapkan daun sagu. Dalam setahun makan di rumah adat (red; horom sasadu) digelar sebanyak dua kali, diantara bulan maret hingga bulan juni. Tidak perlu menunggu masa tanam dan masa panen karena pada Festival Teluk Jailolo 2014, semua peserta dan pengunjung dapat menikmati makan adat yang mengajarkan rasa bersyukur. - Gelar Makanan Khas Tradisional Maluku Utara
Setiap penyelenggaran Festival Teluk Jailolo, acara ini merupakan primadona. Karena berbagai makanan khas Maluku Utara akan disajikan bagi para pengunjung, mulai dari hidangan pembuka hingga hidangan penutup. Bahkan akan juga disajikan makanan-makanan khas suku ada asli Halmahera Barat. Bekerja sama dengan Maharasa Team kelompok pecinta kuliner nusantara yang dipelopori oleh Chef Ragil Imam Wibowo dan Adzan Tri Budiman. Dan didukung juga oleh pembisnis kuliner seperti; Lisa Virgiano, Mei Batubara dan Helianti Najib, yang bekerja sama dengan Passion untuk mengembangkan dan melestarikan citarasa kuliner asli nusantara. - Acara Puncak Sasadu On The Sea
Acara ini bertempat pada sebuah panggung yang dibuat diatas laut, dibibir pantai Teluk Jailolo. Pagelaran seni bertajuk Sasadu On The Sea ini akan menghadirkan ratusan anak muda yang telah dilatih oleh Eko Supriyanto. Mereka akan mempertunjukan seni drama dan tari yang bebalut musik epic. Adegan-adegan dalam Sasadu On The Sea dijabarkan mempunyai makna, interpretasi, pesan, serta menjadi harapan dan inspirasi dalam meraih impian dan cita-cita bagi generasi muda serta seluruh masyarakat Halmahera Barat. Sasadu On The Sea juga merupakan cara yang paling ditunggu-tunggu dalam Festival Teluk Jailolo 2014. - Eksplorasi Burung Bidadari
Burung Bidadari atau nama latinnya Semiotera Wallacii, termasuk dalam fauna yang sudah langka. Habitat burung ini terdapat di Halmahera Barat. Alfred Russel Wallace merupakan penemu dari burung ini. Menurut Wallace, keistimewaan burung ini adalah bentangan sayap burung bidadari yang jantan sangat indah ketika sedang merayu betina. - Scuba Diving
Meski industri diving di Halmahera Barat bisa dikatakan masih sangat muda, akan tetapi Kabupaten ini memiliki lebih dari 20 dive sites yang hanya terdapat diseputaran Teluk Jailolo saja. Banyak biota laut yang unik bahkan tergolong langka menjadikan perairan Halmahera Barat sebagai rumah mereka.
Ayo! datang dan biarkan diri Anda menjadi saksi atas keindahan dan kekayaan alam yang tersembunyi di Halmahera Barat. #jelajahijailolo #AyoKeMaluku
referensi
google.com
jailolofest.com
indonesia.travel.id
Monday, February 03, 2014
Maluku Utara - Surga tropis di Timur Indonesia
![]() |
| source: google.co.id |
Ibu Kota Maluku Utara terletak di Sofifi, Kecamatan Oba Utara, sejak 4 Agustus 2010 yang menggantikan kota terbesarnya Ternate, yang berfungsi sebagai ibukota sementara selama 11 tahun untuk menunggu kesiapan infrastruktur di Sofifi.
Provinsi Maluku Utara memiliki 395 pulau besar dan kecil yang tersebar di perairan yang menakjubkan. Pulau yang telah dihuni sebanyak 64 buah dan yang tidak berpenghuni sebanyak 331 buah. Salah satu pulau yang tidak berpenghuni adalah pulau Dodola, pulau ini layak disebut sebagai surga. Pulau ini terdiri dari Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil. Kedua pulau ini hanya tersambung saat air laut sedang surut dan membentuk jalan pasir. Pasir putih seluas 16 km mengelilingi pantai dengan airnya yang jernih. Di pulau ini, Anda dapat melakukan banyak kegiatan menarik seperti berenang, berjemur, dan menyelam. Ada juga Pulau Maitara, pulau ini juga menawarkan kehidupan laut yang fantastis. Pulau ini terletak di tengah Pulau Ternate dan Pulau Tidore.
Seperti yang terlihat Provinsi Maluku Utara dikelilingi oleh perairan. Hal ini membuat Maluku Utara memiliki pulau-pulau dan pantai yang indah dengan taman laut serta jenis ikan hias yang beragam. Wisata alam batu lubang tersebar hampir di seluruh wilayah. Disini juga terdapat hutan wisata sekaligus taman nasional dengan spesies endemik rangking ke 10 di dunia.
Kawasan Cagar Alam Budaya yang memiliki nilai sejarah kepurbakalaan tersebar di wilayah Provinsi Maluku Utara meliputi cagar alam di Kota Ternate, Kota Tidore, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, dan Halmahera Utara.
Transportasi
Ternate dapat Anda capai dengan penerbangan domestik dari Jakarta melalui Makassar atau penerbangan langsung dari Makassar dan Manado.
Kuliner
Provinsi Maluku Utara didominasi dengan Muslim, karena itu Anda dapat menemukan banyak makanan halal disini. Tentunya makanan laut berlimpah disini, berbagai hidangan nasi dan ikan laut patut Anda coba. Makanan khas di Maluku Utara yaitu papeda seperti juga di Ambon dan Papua dapat Anda cicipi disini. Selain itu juga ada halua kenari, air guraka, bagea, ikan asap, gohu ikan, ketam kenari dan masih banyak lagi makanan khas Maluku Utara yang tak kalah enaknya.#AyoKeMaluku
Kantor Pariwisata
Jl.Kamboja No.14 A, Ternate
Telp. (62-921) 326277, 327396
referensi
indonesia.travel.id
google.co.id
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)
























