Showing posts with label Jelajahi Maluku. Show all posts
Monday, May 12, 2014
Masyarakat & Kebudayaan
![]() |
| source: barrykusuma |
Suku Bangsa Maluku didominasi oleh ras suku bangsa Melanesia Pasifik yang masih banyak berkerabat dengan Fiji, Tonga, dan beberapa bangsa kepulauan yang terbesar di kepulauan Samudra Pasifik. Banyak bukti kuat yang merujuk bahwa Maluku memiliki ikatan tradisi dengan bangsa-bangsa kepulauan Pasifik, seperti bahasa, lagu-lagu daerah, makanan, serta perangkat peralatan rumah tangga dan alat musik khas, contoh; Ukulele (yang terdapat pula dalam tradisi Hawaii).
Mereka umumnya memiliki kulit gelap, rambut ikal, kerangka tulang besar dan kuat, serta profil tubuh yang lebih atletis dibandingkan dengan suku-suku lain di Indonesia, dikarenakan mereka adalah suku kepulauan yang mana aktivitas laut seperti berlayar dan berenang merupakan kegiatan utama bagi kaum pria.
Sejak zaman dahulu di antara mereka yang sudah memiliki darah campuran dengan suku lain yaitu dengan bangsa Eropa (umumnya Belanda dan Portugis) serta Spanyol, kemudian Bangsa Arab sudah lazim mengingat daerah ini telah dikuasai bangsa asing selama 2.300 tahun dan melahirkan keturunan-keturunan baru, yang mana sudah bukan ras Melanesia murni lagi namun tetap mewarisi dan hidup dengan beradatkan gaya Melanesia-Alifuru.
![]() |
| source: facebook/malukusaudarah |
Karena adanya percampuran kebudayaan dan ras dengan orang Eropa dan Arab inilah maka Maluku merupakan satu-satunya wilayah Indonesia yang digolongkan sebagai daerah yang memiliki kaum Mestizo terbesar selain Timor Leste (Timor Leste, sekarang menjadi negara sendiri). Bahkan hingga sekarang banyak nama fam/mata ruma di Maluku yang berasal adat bangsa asing seperti;
Belanda(Van Afflen, Van Room, De Wanna, De Kock, Kniesmeijer, Gaspersz, Ramschie, Payer, Ziljstra, Van der Weden, dan lain-lain) serta Portugal (Da Costa, De Fretes, Que, Carlino, De Souza, De Carvalho, Pareira, Courbois, Frandescolli, dan lain-lain). Ditemukan pula fam/marga keturunan bangsa Spanyol (Olibiera, Diaz, De Jesus, Silvera, Rodriguez, dan lain-lain) serat fam-fam Arab yang langsung dari Hadramaut (Al-Kaff, Al-Katiri, Bachmid, Bahasoan, Al-Qadri;, Alaydrus, Assegaff, dan lain-lain). Cara penulisan fam/marga orang Ambon;/Maluku pun masih mengikuti dan disesuaikan dengan cara pembacaan ejaan asing seperti; Rieuwpassa (baca; Riupasa), Nikijuluw (baca; Nikiyulu), Louhenapessy (baca ;Lohenapesi), Kallaij (baca; Kalai), dan Akyuwen (baca; Akiwen).
![]() |
| source: facebook/malukusatudarah |
referensi
wikipedia.com
Bahasa
![]() |
| source: jailolofest.com |
Bahasa yang digunakan di Provinsi Maluku adalah bahasa Ambon, yang merupakan salah satu dari rumpun bahasa Melayu Timur yang dikenal sebagai bahasa dagang atau trade lengangue. Bahasa yang dipakai di Maluku terkhusus di Ambon; sedikit banyak telah dipengaruhi oleh bahasa-bahasa asing, bahasa-bahasa bangsa penjelajah yang pernah mendatangi, menyambangi, bahkan menduduki dan menajajah negeri;/tanah Maluku di masa lampau. Bangsa-bangsa itu ialah; Bangsa Spanyol, Portugis, Arab dan Belanda.
Bahasa Ambon selaku lingua franca; di Maluku telah dipahami oleh hampir semua penduduk di wilayah Provinsi Maluku pada umumnya, dipahami juga sedikit-sedikit oleh masyarakat Indonesia Timur lainnya seperti; orang Ternate, Manado, Kupang, dll. Karena Bahasa Ambon memiliki struktur bahasa yang sangat mirip dengan bahasa-bahasa trade lengangue di wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, serta Nusa Tenggara Timur.
Bahasa Indonesia selaku bahasa resmi dan bahasa persatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) digunakan dalam kegiatan-kegiatan publik yang resmi dan formal seperti di kantor-kantor pemerintah dan di sekolah-sekolah sera di tempat-tempat umum seperti; museum, bandara, dan pelabuhan.
Maluku merupakan wilayah kepulauan terbesar di seluruh Indonesia, Provinsi Maluku dan Maluku Utara menyusun sebuah big islands yang dinamai Kepulauan Maluku. Banyaknya pulau yang saling terpisah satu dengan yang lainnya, juga mengakibatkan semakin beragamnya bahasa yang dipergunakan di provinsi ini. Beberapa bahasa yang paling umum dipetuturkan di Maluku yaitu;
- Bahasa Wamale, dipakai penduduk Negeri Piru, Seruawan, Kamarian, dan Rumberu (Kabupaten Seram Bagian Barat)
- Bahasa Alune, dipakai di wilayah tiga batang air yaitu; Tala, Mala dan Malewa di wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat
- Bahasa Nualu, dituturkan oleh suku Nualau di Pulau Seram Selatan yaitu; antara Teluk Elpaputi dan Teluk Teluti
- Bahasa Koa, dituturkan di wilayah pegunungan tengah Pulau Seram yaitu; sekitar Manusela dan Gunung Kabauhari
- Bahasa Seti dituturkan oleh; suku Seti. di Seram Utara dan Teluti Timur, merupakan bahasa dagang di Seram Bagian Timur
- Bahasa Gorom merupakan turunan dari bahasa Seti dan dipakai oleh; penduduk beretnis atau bersuku Gorom yang berdiam di Kabupaten Seram Bagian Timur yang menyebar sampai Kepulauan Watubela dan Maluku Tenggara
referensi
wikipedia.com
Sunday, May 11, 2014
Sejarah
Maluku atau dikenal sebagai Moluccas dan Molukken adalah provinsi tertua yang ada di Indonesia, lintasan sejarah Maluku telah dimulai sejak zaman kerjaaan-kerajaan besar di Timur Tengah seperti kerajaan Mesir yang dipimpin Firaun. Bukti sejarah Maluku adalah yang tertua di Indonesia adalah catatan tablet tanah liat yang ditemukan di Persia,Mesopotamia, dan Mesir menyebutkan adanya negeri dari timur yang sangat kaya, merupakan tanah surga, dengan hasil alam berupa cengkeh, emas dan mutiara.
Daerah itu tak lain dan tak bukan adalah tanah Maluku yang memang merupakan sentra penghasil Pala, Fuli, Cengkeh dan Mutiara. Pala dan Fuli dengan mudah didapat dari Pulau Banda, Cengkeh dengan mudah ditemui di negeri-negeri di Ambon, Pulau-Pulau Lease (Saparua, Haruku & Nusa Laut) dan Nusa Ina serta Mutiara dihasilkan dalam jumlah yang cukup besar di Kota Dobo, Kepualaun Aru.
Maluku memiliki 2 agama utama yaitu agama Islam Sunni yang di anut 50,8% penduduk Maluku dan agama kristen (baik Protestan maupun Katolik) yang dianut 48,4% penduduk Maluku. Maluku tercatat dalam ingatan sejarah dunia karena konflik atau tragedi krisis kemanusiaan dan konflik horizontal antara basudara Salam-Sarane atau antara Islam dan Kristen yang lebih dikenal sebagai Tragedi Ambon. Selepas tahun 2002, Maluku berubah wajah menjadi provinsi yang ramah dan damai di Indonesia, untuk itu dunia memberikan suatu tanda penghargaan berupa Gong Perdamaian Dunia yang diletakan di ACC (Ambon City Centre).
Pada tahun 1999 ketika konflik atau tragedi krisis kemanusiaan dan konflik horizontal antara basudara Salam-Sarane atau antara Islam dan Kristen yang lebih dikenal sebagai Tragedi Ambon melanda Maluku, sebagian wilayah Provinsi Maluku dimekarkan manjadi Provinsi Maluku Utara, dengan ibu kota di Sofifi. Namun, karean Kota Sofifi dinilai belum sipa menjadi ibu kota maka pusat pemerintahan sementara sampai 2009 berada di Kota Ternate yang berada di Pulau Ternate.
Provinsi Maluku dan Maluku Utara membentuk suatu gugus-gugus kepulauan yang terbesar di Indonesia dikenal dengan Kepulauan Maluku dengan lebih dari 4.000 pulau baik pulau besar maupun kecil.
referensi
wikipedia.com
google.com
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)





